Soalparigi.ID – Menuju Pekan Olahraga Nasional (PON XXII) tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat nantinya Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulawesi Tengah mantapkan target masuk dalam peringkat sepuluh besar dan fokus peningkatan raihan medali emas.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Fatur Razaq Ketua KONI Sulteng dalam sambutannya usai resmi dilantik oleh KONI Pusat dan turut disaksikan Gubernur, Pejabat Forkopimda dan seluruh pengurus Cabor serta KONI Kabupaten/Kota. Di Ballroom hotel Bestwestern Kota Palu, Selasa (02/12/2025).
Dalam sambutan perdananya usai secara resmi dilantik sebagai Ketua KONI Sulteng periode 2025 – 2029, Fatur Razaq menuturkan sebagai pelayan masyarakat yang akan melayani insan-insan olahraga d Sulawesi Tengah.
Fatur memastikan pembinaan bagi para patriot olahraga tidak akan lagi dilakukan secara tradisional tapi akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan memanfaatkan era teknologi modern saat ini.
Menurutnya KONI harus menjadi rumah bagi semua cabang olahraga (Cabor) tanpa terkecuali serta kembali memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, pihak swasta dan peran media sebab kemajuan olahraga adalah tanggung jawab kita kolektif semua pihak.
Ketum KONI Sulteng itupun menegaskan seirama dengan tagline yang diusung Sulteng Nambaso, Temponamo Juara! Sulawesi Tengah sebagai daerah yang besar sudah saatnya kita juara dengan menargetkan peringkat 10 besar pada PON tahun 2028.
“Saya pribadi sangat berharap Sulawesi Tengah dapat masuk 10 besar pada PON 2028. Ada banyak cabang olahraga yang terpaksa kami kurangi anggarannya karena dinilai kurang prioritas. Tidak sedikit pula yang datang ke KONI menanyakan arah kebijakan kami. Yang jelas, ada dua hal yang menjadi fokus utama KONI Sulteng: meraih medali emas sebanyak-banyaknya dan menyiapkan atlet berkualitas untuk dapat diterjunkan ke Pelatnas,” ujar Fatur
Penegasan akhirnya, Fatur Ketua Umum Koni Sulteng menyampaikan permohonan maaf apabila ada proposal maupun permintaan yang tidak mengarah kepada pembinaan prestasi menuju PON XXII di NTB dan NTT nantinya secara tegas kami tolak, pungkasnya.






