Dalam Tiga Hari, Banjir Rob Terjang Dua Kecamatan di Parigi Moutong: Puluhan Rumah Rusak dan Fasilitas Sekolah Turut Terdampak

Banjir Rob di Kecamatan Tomini / Foto : BPBD Parigi Moutong

Soalparigi.id – Dalam rentang waktu tiga hari, banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong dan menyebabkan puluhan rumah warga terendam serta sejumlah fasilitas pendidikan terdampak. Kejadian ini dipicu oleh tingginya pasang air laut yang melampaui tanggul abrasi hingga menyebabkan luapan air masuk ke permukiman.

Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (6/12/25) di Kecamatan Tomini. Banjir rob merendam permukiman warga di Desa Tingkulang Dusun 1 serta Desa Tomini Barat Dusun 1 dan Dusun 2 antara pukul 16.00–18.00 WITA. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, total warga terdampak mencapai 64 kepala keluarga (KK) dari tiga dusun. Di Desa Tingkulang, sebanyak 17 KK atau 59 jiwa terdampak, dengan 2 KK terpaksa mengungsi ke rumah keluarga sambil membawa 1 balita dan 1 lansia. Sementara itu, Desa Tomini Barat mencatat 11 KK terdampak di Dusun 1 dan 34 KK di Dusun 2, tanpa adanya warga yang mengungsi. Tidak terdapat korban jiwa.

Banjir di Tomini juga mengakibatkan kerusakan pada 27 unit rumah warga, seluruhnya dalam kategori rusak ringan 25 unit di Desa Tomini Barat dan 2 unit di Desa Tingkulang. Tidak ada kerusakan fasilitas umum maupun lahan pertanian yang dilaporkan. BPBD bersama aparat desa dan kecamatan telah melakukan penanganan awal, dengan kebutuhan mendesak berupa pembuatan tanggul darurat, logistik penanggulangan bencana, serta peralatan dapur bagi warga terdampak. Air telah surut pada malam hari dan warga yang mengungsi memilih menetap sementara di rumah kerabat.

Dua hari kemudian, Minggu (7/12/25), banjir rob kembali terjadi, kali ini di Dusun 1, Desa Palasa Tengah, Kecamatan Palasa. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.04 WITA setelah air pasang melebihi tanggul abrasi hingga menyebabkan tanggul jebol. Akibatnya, sekitar 40 KK atau 160 jiwa terdampak dan 40 unit rumah terendam banjir. Dua fasilitas pendidikan turut terdampak, yakni SD Inpres 5 Palasa dan PAUD Tunas Bangsa 2 Palasa. Tidak ada laporan warga mengungsi maupun korban jiwa.

Hingga Senin (8/12/25), air di wilayah Palasa telah surut. Namun BPBD mengingatkan bahwa potensi banjir rob masih dapat terjadi apabila pasang air laut kembali meninggi, terutama mengingat kondisi tanggul yang jebol sehingga meningkatkan risiko banjir berulang. BPBD dan pemerintah desa telah melakukan koordinasi lapangan, dengan kebutuhan mendesak berupa perbaikan atau pembangunan kembali tanggul abrasi.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong mengimbau seluruh masyarakat pesisir, baik di Kecamatan Tomini maupun Palasa, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob susulan, terutama pada periode pasang air laut yang tinggi.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *