Soalparigi.id – Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, S.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan di lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan penanganan risiko stunting, sebagaimana disampaikannya dalam kegiatan penguatan kampong keluarga berkualitas melalui fasilitasi pengelolaan dapur sehat atasi stunting (Dahsat) di Kampung KB tingkat Kabupaten Parigi Moutong, di Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Selasa (23/12/25).
Abdul Sahid, S.Pd Wakil Bupati Parigi Moutong menegaskan bahwa upaya penanganan stunting sejatinya dapat dilakukan secara sederhana, yakni dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, apabila keluarga berada dalam kondisi sejahtera, maka risiko stunting dapat ditekan secara signifikan.
Ia menyebutkan, masih terdapat sejumlah faktor penyebab stunting yang belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat, sehingga diperlukan peran aktif semua pihak untuk memberikan pemahaman, terutama terkait kesiapan dalam membangun rumah tangga dan pola pengasuhan anak. Abdul Sahid menekankan pentingnya tanggung jawab orang tua dalam menjaga kesehatan anak sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan.
Lebih lanjut, ia menyatakan keyakinannya bahwa potensi sumber daya alam di Kabupaten Parigi Moutong sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan kerja keras dan pengelolaan yang baik, masyarakat diyakini mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia pun menyinggung peran kepala desa dalam mendorong pemanfaatan potensi pertanian dan perkebunan di wilayah masing-masing.
“Saya tidak yakin di Kabupaten Parigi Moutong ada yang miskin, karena sumber daya alam kita cukup melimpah, kalau kita rajin pasti kita dapat. Salah satu contoh coba di Desa ini tanam durian saja, persoalan bibit, minta ke Kepala Desa untuk dibantu lewat program Pemerintah,” ujar Wabup dihadapan masyarakat Desa Jono Kalora.
Abdul Sahid juga mengajak para orang tua untuk benar-benar memperhatikan pemenuhan gizi anak sesuai ketentuan, agar anak dapat tumbuh sehat sesuai harapan bersama. Ia menekankan bahwa menjadi kepala keluarga harus disertai dengan prinsip tanggung jawab penuh dalam mengurus dan melindungi anggota keluarga.
Selain itu, ia meminta petugas lapangan agar melakukan penanganan stunting secara tepat sasaran dengan pendekatan by name by address. Menurutnya, data yang akurat sangat penting agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia menegaskan agar laporan terkait stunting tidak bersifat administratif semata, tetapi benar-benar berdasarkan kondisi riil masyarakat.
Untuk itu, Abdul Sahid mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antara petugas lapangan dan pemerintah desa dalam melakukan pendataan serta verifikasi warga yang masuk kategori berisiko stunting, sehingga program penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Saya minta Kepala Desa proaktif selalui dikunjungi ke keluarga beresiko stunting kalau bisa di programkan seminggu sekali atau sebulan sekali, tidak habis disini saja. Saya menunggu laporan bagaimana kinerja dari petugas dilapangan bersama Kades untuk mengontrol masyarakatnya tekait stunting ini,”pungkasnya.
Dikesempatan tersebut, Wakil Bupati Parigi Moutong juga turut membagikan sebanyak 70 paket keranjang Dahsat kepada keluarga beresiko stunting diantaranya ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu nifas di Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi barat guna memenuhi gizi seimbang bagi keluarga dengan tujuan menekan angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong.






