Kebersihan Kota Barometer Keberhasilan Kepemimpinan Erwin–Sahid di Parigi Moutong

Abdul Sahid Wakil Bupati Parigi Moutong saat menanggapi sorota anleg terkait penanganan sampah di wilayah Kecamatan Parigi / Foto : RONI

Soalparigi.id — Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong dengan agenda laporan Badan Anggaran (Banggar) terkait hasil evaluasi Gubernur atas APBD 2026 diwarnai sorotan terhadap persoalan pengelolaan sampah di pusat Kota Parigi. Salah satu anggota legislatif menyoroti tumpukan sampah di Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.

Tumpukan sampah tersebut disebut tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dibakar di lokasi. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat dan asap pembakaran yang mengganggu lingkungan sekitar.

Anggota DPRD Parigi Moutong, Husen Mardjengi, dalam rapat paripurna yang digelar Senin (12/01/26), mengeluhkan pengelolaan sampah oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang dinilai belum tertangani secara optimal. Keluhan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Bupati Parigi Moutong.

Husen menyoroti fakta bahwa sampah tidak sampai ke TPA milik pemerintah daerah. Ia mempertanyakan kendala yang menjadi penyebab terjadinya penumpukan sampah, apakah dipengaruhi keterbatasan anggaran atau lemahnya pengawasan dari pemerintah melalui OPD teknis terkait.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, usai membacakan sambutan Bupati dalam rapat paripurna tersebut, menuturkan bahwa langkah antisipasi terhadap persoalan sampah di wilayah Kelurahan Kampal sebenarnya telah dilakukan jauh sebelumnya. Bahkan, ia mengaku turut memantau langsung kondisi di lapangan.

Untuk ke depan, kata Abdul Sahid, setelah kepala daerah menetapkan pimpinan OPD yang baru, pemerintah daerah akan kembali memaksimalkan upaya penanganan kebersihan, khususnya di wilayah yang menjadi keluhan masyarakat, serta Kabupaten Parigi Moutong secara umum.

“Untuk mengantisipasi sampah yang ada di wilayah pasar, sebelumnya kami telah melaksanakan kegiatan-kegiatan ini dan insyaallah, setelah kepala daerah menetapkan pimpinan OPD terbaru, insyaallah kita akan bergandengan tangan untuk tetap melaksanakan pembersihan,” tutur Wabup di hadapan anggota legislatif dan awak media.

Selain itu, Abdul Sahid menegaskan bahwa kebersihan menjadi barometer sejauh mana keberhasilan pimpinan daerah dalam memimpin Kabupaten Parigi Moutong.

“Kebersihan Kabupaten Parigi Moutong menjadi barometer kita sejauh mana keberhasilan pimpinan daerah dalam memimpin kabupaten ini. Jadi insyaallah, antara eksekutif dan legislatif mari kita bergandeng tangan,” ucap Wabup, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan kebersihan di Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *