Soalparigi.id – Posko Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Kabupaten Parigi Moutong melaporkan, luas lahan pertanian yang terdampak karhutla hingga awal Februari 2026 mencapai sekitar ±52,5 hektare. Data tersebut dihimpun melalui identifikasi lapangan dan masih bersifat sementara.
Informasi itu disampaikan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong dalam rilis resmi, Minggu (8/2/2026). Pendataan dilakukan sebagai bagian dari pemantauan dampak kebakaran terhadap sektor pertanian di wilayah terdampak.
Berdasarkan data TPHP yang dihimpun melalui Posko Terpadu Karhutla dan Kekeringan, sebaran lahan pertanian terdampak berada di Desa Avolua dan Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Kedua wilayah tersebut menjadi fokus pemantauan lapangan dalam beberapa pekan terakhir.
Di Desa Avolua, termasuk wilayah Avolua/Taripa, luas lahan pertanian yang terdampak karhutla terdata mencapai sekitar 29,5 hektare. Angka tersebut diperoleh dari hasil verifikasi awal tim di lapangan bersama perangkat desa.
Sementara itu, di Desa Toboli yang mencakup wilayah Toboli/Uenggambi dan Tompo/Toboli, luas lahan pertanian terdampak yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 23 hektare. Pendataan di wilayah ini masih terus berlangsung untuk memastikan keakuratan data.
BPBD Parigi Moutong menjelaskan bahwa luas lahan yang terdampak dapat mengalami perubahan seiring proses verifikasi lanjutan. Sejumlah titik lokasi masih dalam tahap pengecekan detail oleh tim gabungan.
Karhutla yang terjadi tidak hanya berdampak pada vegetasi liar, tetapi juga menyasar area pertanian produktif milik warga. Kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi petani, terutama pada komoditas tanaman tahunan dan hortikultura.
Adapun komoditas pertanian yang terdampak meliputi berbagai tanaman perkebunan dan hortikultura. Di antaranya kakao, kelapa, durian, alpukat, cengkeh, mangga, pala, mente, serta cabai.
Selain tanaman perkebunan, sebagian tanaman kehutanan juga dilaporkan terdampak. Beberapa lahan yang ditanami vegetasi campuran mengalami kerusakan akibat paparan api dan suhu tinggi.
Dalam rilisnya, Pusdalops BPBD Parigi Moutong juga mencatat adanya lahan dengan kondisi tanaman muda yang terdampak kebakaran. Tanaman pada fase pertumbuhan awal dinilai lebih rentan mengalami kerusakan permanen.
Sejumlah bidang lahan lainnya masih dalam proses pendataan lanjutan. Petugas di lapangan masih mengidentifikasi luas area serta jenis komoditas yang terdampak secara lebih rinci.
Posko Terpadu Karhutla dan Kekeringan menegaskan bahwa data yang dirilis belum bersifat final. Hal ini disebabkan masih adanya lokasi yang belum memiliki keterangan pasti terkait luas lahan dan jenis tanaman terdampak.
BPBD Parigi Moutong memastikan verifikasi dan pendataan lanjutan akan terus dilakukan. Pemantauan lapangan menjadi langkah utama untuk memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif.
Koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi teknis terkait juga terus dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh dampak kebakaran terdokumentasi dengan baik.
Hasil pendataan sementara ini akan menjadi bahan awal penyusunan laporan dampak karhutla, khususnya pada sektor pertanian. Data tersebut juga akan menjadi dasar pertimbangan dalam upaya pemulihan.
Selain itu, informasi yang dihimpun akan digunakan sebagai referensi dalam pengusulan bantuan bagi petani terdampak. Pemerintah daerah menilai perlunya intervensi untuk membantu pemulihan ekonomi warga.
BPBD Parigi Moutong mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Aktivitas yang berpotensi memicu api di area terbuka diminta untuk dihindari.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian bencana lainnya. Pelaporan cepat dinilai krusial dalam mempercepat respons penanganan di lapangan.
Untuk informasi dan pelaporan kejadian bencana, warga dapat menghubungi Call Center BPBD Parigi Moutong di nomor 117. Layanan pengaduan juga tersedia melalui WhatsApp di 0811 4180 117.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Bencana Kabupaten Parigi Moutong (SIBIMO) yang tersedia di Play Store. Aplikasi tersebut menjadi salah satu sarana pelaporan dan informasi kebencanaan.
Dengan pendataan yang terus diperbarui, pemerintah daerah berharap langkah penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dampak karhutla di sektor pertanian diharapkan dapat segera diminimalkan melalui sinergi berbagai pihak.






