Partai Nasdem Parigi Moutong Jalani Ramadan di Panti Asuhan: Saat Politik Menyapa dengan Kepedulian

Sayutin Budianto Ketua DPD Partai Nasdem Parigi Moutong / Foto: RONI

Soalparigi.id — Partai Nasdem Parigi Moutong Ramadan di Panti Asuhan: Saat Politik Menyapa dengan Kepedulian Senyum anak-anak panti itu pecah ketika beberapa tamu datang membawa karung beras dan kardus berisi kebutuhan pokok. Senin sore (9/3/2026), suasana di Panti Asuhan Nur Rezki Rahmat, Parigi terasa lebih hangat dari biasanya.

Bukan sekadar kunjungan biasa. Pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Parigi Moutong datang membawa bantuan sembako dan sedekah tunai untuk anak-anak panti. Di bulan Ramadan yang identik dengan berbagi, kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih menemukan jalannya, bahkan dari ruang-ruang politik.

Di ruang tengah panti asuhan tanpa sofa empuk sejumlah Anggota Legislatif dan pengurus DPD Partai Nasdem duduk lesehan menanggalkan status dan jabatannya, menyerahkan paket bantuan berupa 50 kilogram beras, minyak goreng, telur ayam, serta sedekah uang tunai diserahkan kepada pengurus panti. Anak-anak yang tinggal di sana terlihat mengelilingi para tamu, sebagian tersenyum malu, sebagian lain berani menyapa lebih dulu.

Ketua DPD Partai NasDem Parigi Moutong, Sayutin Budianto, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut bersama anggota Fraksi NasDem DPRD, Salimun Mantjabo dan Rusno Tanriono, serta sejumlah pengurus partai.

Menurut Sayutin, kegiatan berbagi selama Ramadan merupakan agenda rutin yang telah menjadi bagian dari komitmen partai setiap tahun.

“Sesuai dengan instruksi DPP dan hasil rapat koordinasi wilayah dengan seluruh DPD di Sulawesi Tengah, selama Ramadan kita melakukan kegiatan yang memang menjadi kewajiban kita di Partai NasDem setiap tahun,” ujar Sayutin kepada awak media.

Ia menjelaskan, kegiatan sosial itu tidak hanya menyasar satu tempat. Pada hari yang sama, pengurus Partai juga mengunjungi beberapa lembaga sosial lainnya di wilayah Parigi Moutong.

Selain Panti Asuhan Nur Rezki Rahmat, rombongan juga menyalurkan bantuan ke Panti Asuhan Desa Pelawa dan Pondok Pesantren Abnaul Chairaat.

Bagi Sayutin, kunjungan tersebut bukan hanya tentang menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, ia ingin memastikan bahwa kehadiran partai politik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.

“Yang pertama kita berbagi untuk saudara-saudara kita di pondok pesantren maupun di panti asuhan,” katanya.

Dalam kunjungan itu, para pengurus tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis. Mereka juga berbincang dengan pengurus panti serta menyalami satu persatu anak anak panti dengan dialog motivasi agar dapat menyemangati seluruh anak panti yang tinggal.

Bagi anak-anak panti, momen seperti itu sering kali menjadi pengalaman sederhana yang membekas.

Di tengah dinamika politik yang kerap terasa keras di ruang publik, kegiatan sosial seperti ini menghadirkan sisi lain dari aktivitas partai. Ada ruang di mana politik tidak berbicara tentang kekuasaan atau kontestasi, melainkan tentang kepedulian dan kebersamaan.

Sayutin mengatakan kegiatan berbagi selama Ramadan masih akan berlanjut dalam beberapa agenda lainnya.

Dalam waktu dekat, DPD Partai NasDem Parigi Moutong juga merencanakan buka puasa bersama seluruh pengurus DPD dan DPC se-Kabupaten Parigi Moutong. Selain itu, mereka juga menjadwalkan pembagian takjil gratis kepada masyarakat serta penyaluran paket sembako lebaran bagi pengurus partai di tingkat DPD hingga DPC.

Meski begitu, sebagai agenda prioritas, kunjungan ke panti asuhan tetap menjadi bagian yang paling menyentuh dari rangkaian kegiatan tersebut.

Di tempat seperti itulah, nilai Ramadan terasa lebih dekat. Ketika bantuan datang bukan sekadar dalam bentuk paket sembako, tetapi juga perhatian dan kehadiran.

Sore mulai turun ketika rombongan bersiap meninggalkan halaman panti. Anak-anak kembali ke aktivitas mereka, sebagian masih berdiri dengan senyum mengiringi tamu yang hendak pulang.

Di balik karung beras dan kotak telur yang ditinggalkan, ada satu hal yang mungkin lebih berarti, rasa bahwa mereka tidak sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *