Soalparigi.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog untuk memastikan kualitas bantuan pangan menjelang penyaluran periode Maret–April 2026. Langkah ini dilakukan guna menjamin beras yang diterima masyarakat dalam kondisi layak sekaligus mengantisipasi potensi penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, turun langsung memimpin pengecekan di dua titik penyimpanan utama, yakni Gudang Bulog Olaya dan Gudang Bulog Tolai, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini turut melibatkan unsur Forkopimda, aparat penegak hukum, serta organisasi perangkat daerah teknis terkait.
Dalam sidak tersebut, pemerintah daerah melakukan pemeriksaan fisik terhadap stok bantuan yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kualitas beras dan bahan pangan lainnya dinilai memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Sebanyak 72.603 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati menyatakan bahwa pengawasan langsung ini penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi. Menurutnya, kualitas bantuan tidak boleh diabaikan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, selain kualitas, perhatian serius juga diarahkan pada aspek ketepatan sasaran penerima bantuan. Pemerintah daerah menyoroti masih adanya keluhan terkait penyaluran yang dinilai tidak objektif, terutama akibat faktor kedekatan atau hubungan kekerabatan.
Wakil Bupati menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak boleh terjadi dalam penyaluran bantuan sosial. Ia meminta seluruh petugas di lapangan untuk bekerja secara profesional dan berpegang pada data yang valid dalam menentukan penerima.
Penegasan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola distribusi bantuan agar lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah berharap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, bukan oleh pihak yang secara ekonomi sudah mampu.
Di sisi lain, pihak Bulog Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa proses pengecekan kualitas merupakan prosedur standar sebelum bantuan didistribusikan ke masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penurunan kualitas selama penyimpanan.
Pelibatan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam proses pengecekan juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan. Transparansi menjadi kunci agar tidak muncul kecurigaan di tengah masyarakat.
Selain berfungsi sebagai bantuan sosial, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Penyaluran bantuan pangan diharapkan dapat menekan permintaan di pasar sehingga membantu menjaga stabilitas harga beras.
Dengan berkurangnya tekanan permintaan, harga pangan diharapkan tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat secara umum. Hal ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Program bantuan pangan ini direncanakan akan disalurkan beberapa kali dalam setahun, sesuai kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat desa.
Koordinasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan perangkat desa menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Tanpa koordinasi yang baik, potensi kendala di lapangan dapat menghambat proses distribusi.
Melalui sidak ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kualitas dan ketepatan sasaran tetap terjaga. Pengawasan akan terus dilakukan hingga bantuan benar-benar diterima masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan memberikan manfaat nyata.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan sistem distribusi bantuan yang lebih transparan, akurat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program bantuan pangan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi solusi dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.






