“Bungkam Dibalik Duka” : Dugaan ESDM Sulteng Tutup Informasi Kunjungannya ke Lokasi Tambang Kayuboko

Foto Drone tambang emas di Desa Kayuboko / Asset: Soalprg

Soalparigi.id – Kabar duka yang dirasakan oleh masyarakat yang menambang di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Diwarnai bungkamnya pihak Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Sulawesi Tengah terkait aktifitas kunjungannya di lokasi tambang emas Kayuboko.

Pemberitaan sebelumnya, Dalam penelusuran media ini terungkap bahwa insiden tanah longsor di area tambang Desa Kayuboko yang terjadi pada Kamis 13/02 lalu, menyebabkan salah seorang ibu rumah tangga atas nama Norma meninggal dunia akibat tertimbun tanah tebing galian lubang tambang.

Menurut sumber, Norma diketahui merupakan warga Dusun II Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat. Almarhumah disebut sehari-hari beraktivitas sebagai penambang di area tambang Kayuboko untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Masih dalam sumber yang sama, insiden maut tersebut terjadi di lokasi lubang yang disebut milik ‘Korea’ salah satu pemodal dari luar daerah yang melakukan aktifitas pertambangan di Desa Kayuboko dan belum diketahui pasti apakah lokasi tersebut termaksud wilayah pertambangan rakyat (WPR) sesuai penetapan Pemerintah sebelumnya.

Baca: Area WPR Kayuboko Menelan Korban Nyawa, Desakan Audit Mencuat pada Pengelolaan Koperasi Tambang

Usai mendapat sorotan tegas dari Sekretaris Komisi II DPRD Sulteng terkait tragedi maut itupun, Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tengah Arfan saat dikonfirmasi oleh pewarta Soalparigi.id pada, Senin (16/02/26) meminta kepada pewarta menghubungi Kepala Bidang Mineral dan Batubara serta mengirimkan lampiran nomor telefon untuk mendapat informasi secara teknis.

Baca: Tragedi Maut Tambang Kayuboko, DPRD Sulteng Desak Gubernur Turun Tangan, ESDM Tinjau Lokasi Kejadian

Sementara di waktu bersamaan, Kabid Minerba ESDM Sulteng Sultanisa belum sempat memberikan tanggapan detail terkait insiden maut tersebut dikarenakan pihaknya masih dalam perjalanan menuju lokasi tambang di Desa Kayuboko.

“Mohon bersabar kami lagi di jalan otw (dalam perjalanan menuju) lokasi,” jawab Sultanisa Kabid Minerba dalam pesan singkatnya kepada media ini.

Selanjutnya, Kabid Minerba tak lagi membalas pesan konfirmasi pewarta yang ingin memastikan jam kunjungan maupun upaya konfirmasi lanjutan terkait hasil tim ESDM Sulteng melihat langsung kondisi lapangan.

Mencuat dugaan mungkinkan ESDM Sulteng menjaga kerahasiaan tragedi maut disebabkan melindungi tiga IPR yang terbit dibalik WPR Desa Kayuboko? Tidak ada yang mengetahui pasti. Disisi lain Aparat Penegak Hukum telah dimintai tanggapan oleh media ini namun sama sekali tak mendapat balasan.

Hingga berita ini ditayangkan upaya mendapat tanggapan oleh pihak terkait masih terus dilakukan, sementara menurut sumber puluhan alat tengah beroperasi di tiga lokasi IPR yang terbit di Desa Kayuboko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *