Bupati Parigi Moutong Dukung Pembangunan Rumah Adat di Tomini, Pelestarian Budaya Jadi Prioritas

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya lokal, termasuk melalui dukungan pembangunan rumah adat di Kecamatan Tomini. Hal ini disampaikan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menghadiri kegiatan adat masyarakat di Desa Ambesia Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai identitas daerah, tradisi adat dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat dalam mempertahankan tradisi lokal. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlangsungan budaya di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, kegiatan adat tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual yang mampu memperkuat hubungan antarwarga. Oleh karena itu, pelestarian adat perlu terus didorong secara berkelanjutan.

Salah satu bentuk dukungan konkret yang disampaikan pemerintah daerah adalah rencana pembangunan rumah adat Olongian Tialo. Bupati menyatakan kesiapan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pembangunan, dengan syarat kejelasan lokasi dan status lahan.

Ia menegaskan bahwa lahan yang akan digunakan harus memiliki status yang jelas serta dihibahkan untuk kepentingan umum. Hal ini penting untuk memastikan proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala administratif di kemudian hari.

Pemerintah daerah berencana merealisasikan pembangunan tersebut melalui perubahan anggaran, sehingga pelaksanaan dapat dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah.

Selain itu, Bupati juga mendorong agar kegiatan adat dikembangkan menjadi agenda rutin yang lebih terstruktur dan menarik. Ia mengusulkan agar kegiatan tersebut dikemas dengan lebih meriah, termasuk melalui penyelenggaraan lomba-lomba tradisional.

Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lintas kecamatan sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya yang lebih dinamis. Kegiatan adat juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis budaya jika dikelola secara optimal.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan pentingnya peran lembaga adat dalam menghadapi tantangan sosial, khususnya terkait peredaran narkoba. Ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tokoh adat dan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai adat yang kuat dapat menjadi benteng sosial dalam mencegah perilaku menyimpang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama perlu terus diperkuat.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta mempererat silaturahmi, terutama dalam momentum pasca Hari Raya Idulfitri. Ia menilai hubungan sosial yang harmonis akan memperkuat stabilitas dan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam Tomini, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan dukungan bersama terhadap pelestarian budaya lokal.

Melalui dukungan terhadap pembangunan rumah adat dan penguatan kegiatan budaya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap tradisi lokal dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.

Ke depan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi upaya menjaga identitas daerah, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan yang berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan tersebut, budaya diharapkan tetap hidup dan memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *