Soalparigi.ID — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Parigi Moutong periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Imanuel Parigi, Selasa (10/2/2026). Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Pelantikan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, SKM, M.Kes, yang mewakili Bupati Parigi Moutong. Turut hadir unsur Forkopimda serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Aswini Dimple, pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus DPC API yang baru dilantik. Pelantikan ini disebut sebagai amanah besar untuk melayani umat, memperkuat nilai keimanan, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah menilai Asosiasi Pendeta Indonesia memiliki peran strategis sebagai mitra dalam memperkuat kehidupan keagamaan yang moderat dan menyejukkan. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi penggerak nilai perdamaian serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, API Parigi Moutong perlu terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh lintas agama. Sinergi tersebut penting untuk membangun serta merawat toleransi antarumat beragama di wilayah yang memiliki latar belakang keberagaman yang kuat.
Ia menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang dalam pembangunan. Justru dalam keberagaman terdapat kekuatan besar yang dapat menjadi fondasi persatuan untuk memajukan Parigi Moutong secara bersama-sama.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menyatakan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen keagamaan. Kolaborasi itu diarahkan untuk mendukung visi daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui penguatan harmoni sosial serta pembangunan karakter masyarakat yang berakhlak, beriman, dan bertakwa.
Kepengurusan baru API diharapkan dapat bekerja secara solid, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Organisasi ini diharapkan hadir sebagai perekat persaudaraan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan imbauan penting terkait kondisi lingkungan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong dan prakiraan cuaca BMKG, terjadi peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Pemerintah mengajak para pendeta untuk turut menyampaikan pesan kewaspadaan kepada jemaat di masing-masing gereja. Edukasi kepada masyarakat dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan warga.
Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan antara lain tidak membakar sampah di tempat terbuka, tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Pelantikan DPC API Kabupaten Parigi Moutong dilakukan oleh Ketua DPD API Provinsi Sulawesi Tengah, Pendeta Ko Agung Susilo. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta unsur Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat peran tokoh agama dalam mendukung stabilitas sosial dan pembangunan daerah. Dengan kepengurusan baru yang solid dan sinergi bersama pemerintah, API Parigi Moutong diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menjaga toleransi, memperkuat nilai keimanan, serta turut mengedukasi masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan.






