NEWS  

Fathir Rahman Nahkodai DPM Poltekesos Bandung: Putra Parigi Harus Mampu Jadi Leader Dimanapun

Pelantikan Pengurus DPM Poltekesos Bandung

Soalparigi.id – Di tengah dinamika kampus yang dihuni mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, nama Fathir Rahman perlahan namun pasti mencuri perhatian. Putra daerah asal Parigi itu kini mengemban amanah bergengsi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, sebuah jabatan strategis yang menjadi simbol kepercayaan, kepemimpinan, dan prestasi.

Pelantikan Fathir Rahman sebagai Ketua DPM Poltekesos Bandung dilaksanakan pada Selasa, 11 Februari 2026, bertempat di Gedung Auditorium Poltekesos Bandung. Prosesi berlangsung khidmat, disaksikan oleh jajaran pimpinan kampus, sivitas akademika, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan.

Bagi Fathir, amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar yang membawa nama daerah asalnya. Ia menjadi bukti bahwa putra Parigi mampu bersaing dan dipercaya di lingkungan akademik Pulau Jawa, yang dikenal dengan kompetisi ketat dan keberagaman latar belakang mahasiswa.

“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang kepercayaan dan kesempatan yang harus dijaga. Saya membawa nama keluarga, daerah, dan kampung halaman. Putra Parigi mampu jadi pemimpin dimanapun ia berdiri,” ujar Fathir kepada media ini, Kamis (12/02/26).

DPM Poltekesos Bandung merupakan lembaga legislatif mahasiswa yang memiliki peran penting dalam menyerap aspirasi mahasiswa, mengawal kebijakan kemahasiswaan, serta menjadi mitra kritis dan konstruktif bag pihak kampus. Jabatan Ketua DPM menjadi posisi sentral dalam menjaga marwah demokrasi kampus.

Perjalanan Fathir hingga mencapai posisi tersebut tidak instan. Sebagai mahasiswa dari luar Pulau Jawa, ia harus beradaptasi dengan budaya akademik, ritme perkuliahan, serta dinamika organisasi yang beragam.

Namun, konsistensi, komunikasi yang baik, dan sikap terbuka membuatnya mampu diterima dan dipercaya.

Rekan-rekan mahasiswa mengenal Fathir sebagai sosok yang tenang, aktif berdiskusi, dan mampu menjembatani perbedaan pandangan. Karakter itulah yang dinilai menjadi salah satu alasan kuat terpilihnya ia sebagai Ketua DPM Poltekesos Bandung.

“Dia tidak hanya aktif, tapi juga mau mendengar. Itu penting dalam kepemimpinan mahasiswa,” ujar Dwi Indah maharani salah satu mahasiswa Poltekesos Bandung.

Bagi masyarakat Parigi, capaian Fathir menjadi kebanggaan tersendiri. Di tengah keterbatasan akses dan jarak geografis, prestasi tersebut menjadi pesan kuat bahwa putra-putri daerah memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di tingkat nasional.

Fathir berharap kepemimpinannya dapat membawa DPM Poltekesos Bandung menjadi lembaga yang lebih responsif, inklusif, dan berdampak nyata bagi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dialog sebagai fondasi utama organisasi kemahasiswaan.

“DPM harus hadir sebagai ruang aspirasi yang sehat. Mahasiswa harus merasa didengar dan dilibatkan,” katanya.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi Fathir tentang perjalanan pendidikannya. Dari Parigi menuju Bandung, dari kampung halaman menuju panggung kepemimpinan mahasiswa nasional, langkahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda daerah untuk berani bermimpi dan berkompetisi.

Di akhir prosesi pelantikan, tepuk tangan menggema di Auditorium Poltekesos Bandung. Bukan hanya sebagai tanda selesainya acara, tetapi sebagai simbol harapan dan kepercayaan.

Harapan bahwa nahkoda baru Fathir Rahman akan membawa semangat bagi mahasiswa Poltekesos, sekaligus mengukuhkan bahwa prestasi putra daerah Parigi adalah mutiara khatulistiwa yang tak pernah kalah bersinar, di mana pun mereka berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *