Soalparigi.ID – Usai viral dipelbagai platform media sosial, salah satu oknum anggota legislatif (Anleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong asal Partai Golkar didesak publik untuk mundur usai diduga telah melakukan pesta miras di hajatan serta terlibat dalam dugaan tindakan pelecehan disalah satu fasilitas olahraga (Gym) di Kota Parigi.
Desakan tersebut dengan tegas disampaikan Nasar, warga asal Kecamatan Ongka Malino, salah satu Kecamatan Daerah Pemilihan (Dapil) III DPRD Parigi Moutong.
“Perilaku seperti ini tidak mencerminkan moral seorang pejabat publik. Wakil rakyat yang melakukan tindakan tak terpuji harus segera mundur atau dipecat secara tidak hormat,” ujar Nasar kepada Soalparigi.ID, Minggu (3/10/2025).
Baca juga : Setelah Viral Mabuk bersama Biduan, Mencuat Insiden Dugaan Pelecehan oleh Oknum Anggota DPRD Parimo
Dengan bukti video serta pengakuan dari keluarga serta saksi dari korban pelecehan oleh Oknum Anggota Legislatif (Anleg) Golkar Dapil III, Nasar mendesak Fraksi Golkar untuk mengambil tindakan segera mungkin bila perlu mengusulkan penonaktifkan atau bahkan pemecatan.
Nasar menyebutkan Fraksi Golkar harus segera mengambil tindakan sebab kasus tidak bermoral tersebut telah merusak citra baik dari Partai Politik tertua di Indonesia yang selama ini dikenal dengan tagline ‘Suara Golkar, Suara Rakyat’.
“Fraksi Golkar harus bertindak cepat. Kasus ini sudah mencoreng citra partai besar yang selama ini dikenal dengan tagline ‘Suara Golkar, Suara Rakyat’,” tutur Nasar.
“Fraksi harus berpihak pada rakyat, bukan melindungi oknum anggota DPRD yang tidak bermoral,” lanjutnya.
Selain itu dikesempatan berbeda, orang tua korban beberapa hari yang lalu di kediamannya saat ditemui wartawan media ini. Meminta keseriusan Lembaga DPRD dan Partai Golkar untuk memberikan keadilan kepada anak gadisnya atau bila perlu mengambil tindakan pemecatan bagi Oknum anggota DPRD tersebut.
Menanggapi desakan dari publik hingga keluarga korban pelecehan tersebut Ketua Fraksi Golkar DPRD Parigi Moutong Mustakim Kono saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (04/10/25). Tidak dapat membeberkan penjelasan terkait langkah yang diambil terkait kasus dugaan pesta miras serta tindakan pelecehan dengan alasan sedang berada diluar Kota.
“Wassalam… sy msh diluar daerah, insya allah stelah pulang sy undg dulu yg beraangkutan baru sy bisa bicara ttg sikap partai dan fraksi,” tulis Mustakim Kono Ketua Fraksi Golkar DPRD Parimo dalam jawabannya di pesan singkat WhatsApp.
Diketahui saat ini, dari informasi yang dihimpun, Pimpinan DPRD telah memerintahkan Badan Kehormatan Dewan untuk menyusul jadwal pemanggilan Oknum DPRD tersebut, serta dari pihak keluarga korban sedang mempersiapkan laporan ke penegak hukum dan melakukan konsultasi ke Lembaga Adat.






