Jadi Perhatian Serius, Karhutla di Desa Avulua Parigi Moutong Diprakirakan Capai 42 Hektare

Pemetaan BPBD Parigi Moutong luasan lahan terdampak Karhutla di Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parigi Moutong.

Soalparigi.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hingga awal Februari 2026 masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penanggulangan bencana. Peristiwa ini tidak hanya menghanguskan puluhan hektare lahan, tetapi juga berpotensi meluas akibat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung upaya pemadaman.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, luas lahan yang terbakar dan terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar 42 hektare. Data tersebut dihimpun selama tiga hari pascakejadian, dengan wilayah terdampak didominasi kawasan perbukitan dan hutan yang memiliki tingkat kekeringan cukup tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong melalui rilis laporan Pusdalops menyebutkan, kondisi vegetasi kering menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat perambatan api. Selain itu, topografi perbukitan menyulitkan akses petugas pemadam untuk menjangkau seluruh titik kebakaran secara optimal.

Hingga Selasa, (03/02/26), api masih terpantau menyala di sejumlah titik, khususnya di area perbukitan dan kawasan hutan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Sementara itu, beberapa area lainnya dilaporkan sudah berhasil dikendalikan setelah dilakukan upaya pemadaman secara intensif oleh tim gabungan.

Tim pemadam kebakaran Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur BPBD terus melakukan penyiraman di lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pendinginan atau cooling down untuk mencegah munculnya kembali titik api baru, terutama pada lahan yang sebelumnya telah terbakar.

Selain penyiraman, petugas juga melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menyala kembali. Upaya ini dinilai penting mengingat karakter kebakaran lahan yang kerap menyisakan api di bawah permukaan tanah atau pada sisa-sisa vegetasi kering.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Palu memprakirakan bahwa wilayah Parigi Moutong masih berpotensi mengalami cuaca panas disertai angin dengan kecepatan sedang hingga cukup kencang. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya titik api baru serta mempercepat penyebaran api apabila kebakaran kembali terjadi.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong menilai faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan karhutla. Angin kencang dapat membawa percikan api ke area lain, sementara suhu udara yang tinggi mempercepat pengeringan vegetasi di sekitar lokasi kebakaran.

Atas kondisi tersebut, BPBD mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Avolua dan wilayah sekitarnya, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, baik untuk keperluan pertanian, perkebunan, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.

BPBD juga meminta masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau titik api baru di lingkungan sekitar. Pelaporan cepat dinilai sangat penting untuk memungkinkan petugas melakukan penanganan dini sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Selain berdampak pada lingkungan, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan. Asap karhutla dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan, guna memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Untuk mendukung upaya penanggulangan, BPBD membuka berbagai saluran informasi dan pelaporan bagi masyarakat. Warga dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Parigi Moutong di nomor 117, mengirim laporan melalui WhatsApp di nomor 0811-4180-117, atau memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Bencana Mobile (SIBIMO) yang tersedia di Play Store.

BPBD berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Parigi Moutong. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, potensi kerugian lingkungan, ekonomi, serta risiko kesehatan akibat karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.

Penutup, BPBD Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Kewaspadaan bersama di tengah kondisi cuaca panas menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan lingkungan dan warga dari ancaman kebakaran yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *