Soalparigi.ID – Warga pesisir Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria lanjut usia yang mengapung di sekitar pantai setempat, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Korban diketahui bernama Lutfie Dae (70), warga Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui.
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh dua anak yang sedang bermain dan mandi di tepi pantai. Keduanya berinisial A (7) dan I (8). Saat berjalan di bibir pantai, mereka melihat tubuh seseorang mengapung di permukaan air.
Karena terkejut, kedua anak itu segera berlari ke permukiman warga untuk melaporkan kejadian tersebut. Informasi kemudian diteruskan ke aparat desa dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Personel Polsek Kintom yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban. Proses evakuasi dilakukan bersama warga sekitar dengan memperhatikan kondisi lokasi pantai.
Kapolsek Kintom AKP Muh. Zulfikar mengatakan setelah korban berhasil dievakuasi, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan awal bekerja sama dengan tenaga medis dari Puskesmas Kintom.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, petugas medis mencatat adanya darah yang keluar dari bagian hidung dan mata korban yang diduga akibat pecahnya pembuluh darah.
“Kondisi korban mengeluarkan darah dari hidung dan mata. Tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Zulfikar.
Polisi kemudian melakukan penelusuran identitas korban melalui keterangan warga dan pihak keluarga. Informasi yang diperoleh menunjukkan korban sebelumnya tinggal di area camp milik PT Kurnia Luwuk Sejati di Desa Dimpalon Baru.
Berdasarkan keterangan anak korban, Muhdar Dae (35), pada Kamis malam (19/2/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, korban diketahui sudah tidak berada di tempat tinggalnya. Keluarga sempat melakukan pencarian hingga Jumat siang, namun belum menemukan keberadaan korban.
Pencarian baru membuahkan hasil setelah warga melaporkan penemuan mayat di pesisir pantai pada sore hari. Keluarga kemudian memastikan bahwa jasad tersebut adalah Lutfie Dae.
Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit stroke dan sering keluar rumah tanpa pemberitahuan. Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian yang dialami korban.
Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan awal terhadap lingkungan sekitar lokasi penemuan untuk memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana. Hingga tahap awal penyelidikan, tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun tanda perlawanan pada tubuh korban.
Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian. Proses pengumpulan keterangan saksi dilakukan guna melengkapi kronologi kejadian.
Keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek menegaskan bahwa keputusan keluarga tetap dihormati, namun proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur guna memastikan tidak ada unsur lain yang terlewatkan.
“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian, meskipun keluarga menolak autopsi,” katanya.
Peristiwa penemuan jenazah di kawasan pesisir tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian kemudian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut.
Selain itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat yang memiliki anggota keluarga lanjut usia atau dengan riwayat penyakit tertentu untuk meningkatkan pengawasan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di area berisiko seperti pantai.
Kondisi geografis wilayah pesisir yang terbuka dinilai memiliki potensi bahaya, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik. Karena itu, kewaspadaan keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa.
Kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan kondisi darurat atau kejadian mencurigakan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di kawasan pesisir memerlukan perhatian bersama, baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Koordinasi cepat antara warga dan aparat dinilai membantu mempercepat proses evakuasi serta penanganan korban.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kembali normal. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Dari hasil penyelidikan awal, dugaan sementara mengarah pada faktor kondisi kesehatan korban. Namun, aparat kepolisian tetap melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.
Jika tidak ditemukan unsur tindak pidana, kasus ini akan ditangani sebagai peristiwa kematian akibat faktor medis atau kondisi tertentu. Kepolisian memastikan setiap laporan masyarakat tetap ditindaklanjuti secara profesional untuk memberikan kepastian informasi kepada publik.






