Kapolsek Yakobus Manghopo Pimpin Panen Jagung Binaan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dorong Ketahanan Pangan Desa di Parigi Moutong

/ Foto : Bidhumas Polda Sulteng

Soalparigi.ID – Program ketahanan pangan berbasis desa terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Hal itu terlihat dari kegiatan panen jagung binaan kepolisian yang dilaksanakan di Desa Suli Indah, Kecamatan Balinggi, Jumat (20/2/2026), sebagai bagian dari pendampingan sektor pertanian yang difokuskan pada peningkatan produktivitas warga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Sausu Yakobus Manghopo bersama personel Polsek Sausu dan kelompok tani setempat. Panen dilakukan pada lahan jagung yang sebelumnya menjadi lokasi program pembinaan pertanian oleh kepolisian dalam rangka mendukung swasembada pangan di tingkat lokal.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan pertanian ini menunjukkan pendekatan yang lebih luas dari fungsi keamanan semata. Pendampingan dilakukan sejak tahap awal penanaman hingga masa panen untuk memastikan pemanfaatan lahan berjalan optimal.

Hamparan jagung siap panen menjadi indikator keberhasilan program yang menggabungkan peran pembinaan aparat dan partisipasi masyarakat. Program tersebut difokuskan pada pemanfaatan lahan produktif desa yang sebelumnya belum dikelola maksimal.

Yakobus Manghopo mengatakan keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial melalui penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan memiliki kaitan langsung dengan kondisi keamanan lingkungan.

Ia menilai masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi produktif cenderung lebih stabil secara sosial. Karena itu, kepolisian mendorong pemanfaatan potensi pertanian desa sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Program jagung binaan ini bertujuan membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan melalui koordinasi dengan kelompok tani setempat, termasuk dalam pengelolaan lahan dan pemanfaatan masa tanam. Selain itu, aparat juga berperan dalam membangun komunikasi antara petani dan pemerintah desa agar kegiatan pertanian berjalan berkelanjutan.

Program ini menjadi salah satu pendekatan preventif kepolisian dalam menjaga keamanan berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan meningkatkan kesejahteraan warga, potensi gangguan sosial dinilai dapat diminimalkan.

Kegiatan panen jagung juga dimanfaatkan sebagai evaluasi terhadap hasil pendampingan yang telah berjalan beberapa bulan terakhir. Dari hasil panen awal, produksi jagung dinilai cukup baik dan berpotensi dikembangkan pada musim tanam berikutnya.

Yakobus menambahkan keberhasilan panen di Desa Suli Indah diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di wilayah hukum Polsek Sausu. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang masih tersedia untuk kegiatan pertanian produktif.

Menurutnya, potensi pertanian di wilayah tersebut cukup besar jika dikelola secara konsisten. Selain jagung, beberapa komoditas lain juga dinilai dapat dikembangkan sesuai karakteristik lahan.

Program pembinaan pertanian oleh kepolisian juga diarahkan untuk meningkatkan kerja sama lintas sektor. Aparat desa, kelompok tani, serta masyarakat didorong untuk saling berkoordinasi agar kegiatan pertanian tidak berhenti pada satu musim tanam saja.

Selain aspek produksi, kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga hasil panen. Akses pemasaran menjadi faktor penting agar pendapatan petani dapat meningkat.

Kegiatan panen berlangsung dalam suasana sederhana dengan keterlibatan langsung masyarakat. Aparat kepolisian turut membantu proses pemanenan sebagai bentuk pendekatan sosial kepada warga.

Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat desa. Interaksi langsung di lapangan memberi ruang komunikasi yang lebih terbuka terkait kondisi sosial di wilayah setempat.

Program ketahanan pangan berbasis desa juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi lokal. Dalam konteks daerah, pertanian masih menjadi sektor utama sumber pendapatan masyarakat.

Dengan adanya pendampingan dari aparat kepolisian, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan. Selain meningkatkan produksi pangan, kegiatan tersebut juga membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

Yakobus menegaskan kepolisian akan terus mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan melalui peningkatan kualitas ekonomi masyarakat.

Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani. Evaluasi hasil panen akan menjadi dasar pengembangan kegiatan pertanian berikutnya.

Jika program pembinaan pertanian ini berjalan konsisten, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *