Kasat Lantas Polres Parigi Moutong Petakan Titik Rawan Kecelakaan, Banjir, dan Longsor

Kasat Lantas Polres Parigi Moutong, IPTU Dwi Wahyu Sagita, S.Tr.K., / Foto : RONI

Soalparigi.id — Satuan Lalu Lintas Polres Parigi Moutong memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas serta bencana alam di Kabupaten Parigi Moutong. Pemetaan tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Parigi Moutong, IPTU Dwi Wahyu Sagita, S.Tr.K., dalam konferensi pers akhir tahun 2025 di Mako Polres Parigi Moutong, Selasa (31/12/2025).

IPTU Dwi Wahyu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di beberapa kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Salah satunya berada di Kecamatan Sausu hingga wilayah Taliabo, yang memiliki kondisi jalan sempit dan banyak mengalami kerusakan.

Selain itu, wilayah Kecamatan Tinombo Selatan juga masuk dalam kategori rawan kecelakaan. Menurutnya, meskipun kondisi jalan di wilayah tersebut relatif lebar dan baik, masih banyak pengguna jalan yang kurang berhati-hati.

“Rata-rata kecelakaan yang terjadi bukan karena disengaja, tetapi disebabkan kelengahan pengendara, seperti mengantuk, stres, hingga pengaruh minuman keras,” ujarnya.

Wilayah lain yang juga dinilai rawan kecelakaan adalah Kecamatan Moutong. Untuk itu, pihaknya meminta pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara.

Selain kecelakaan lalu lintas, Kasat Lantas juga mengingatkan adanya sejumlah titik rawan bencana alam. Jalan Trans Sulawesi di Desa Suli, Kecamatan Balinggi, disebut rawan banjir. Sementara itu, potensi longsor terdapat di Jalan Trans Sulawesi Kilometer 8, Desa Toboli, serta di ruas Jalan Pasir Putih Tinombala, Kecamatan Mepanga.

Adapun potensi pohon tumbang, lanjut IPTU Dwi Wahyu, berada di sepanjang Jalan Trans Sulawesi Kilometer 5, 7, 8, dan 11, tepatnya di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara.

Ia berharap informasi ini dapat menjadi perhatian bersama, baik masyarakat maupun instansi terkait, guna meminimalkan risiko kecelakaan dan dampak bencana, terutama menjelang dan selama musim hujan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *