Ketua Pelaksana Gubernur Cup BERANI 2026 Imbau Tim dan Suporter Jaga Kondusivitas di Babak 16 Besar

Soalparigi.id – Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup BERANI Tahun 2026 memasuki babak 16 besar yang dipastikan berlangsung semakin kompetitif. Sistem gugur yang diterapkan pada fase ini dinilai berpotensi memicu tensi tinggi antar tim, sehingga seluruh pihak diminta menjaga kondusivitas demi kelancaran dan keamanan pertandingan.

Ketua Tim Pelaksana Gubernur Cup BERANI 2026, Andi Hamzah, menegaskan bahwa babak 16 besar menjadi titik krusial yang membutuhkan pengawasan dan kesadaran bersama, baik dari pemain, ofisial tim, maupun para penonton yang hadir di stadion.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Hamzah saat ditemui di lokasi pertandingan, Jumat (06/02/2026). Ia mengingatkan agar pengalaman kurang baik yang pernah terjadi pada turnamen sebelumnya tidak kembali terulang pada ajang bergengsi tingkat daerah ini.

Menurutnya, seluruh kesebelasan yang telah lolos ke babak 16 besar memiliki motivasi tinggi untuk melaju ke fase berikutnya. Kondisi itu, jika tidak diimbangi dengan sportivitas dan pengendalian emosi, berpotensi memicu gesekan di dalam maupun di luar lapangan.

“Saya sebagai Ketua Tim Pelaksana Gubernur Cup ini perlu mewaspadai semua kesebelasan, terutama tim yang sudah masuk 16 besar. Kita menjaga kemungkinan, mudah-mudahan jangan terulang seperti kejadian di Sijoli. Cukuplah kemarin-kemarin itu,” ujar Andi Hamzah.

Ia menekankan bahwa penyelenggara telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi. Namun, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya bergantung pada panitia, melainkan juga membutuhkan komitmen seluruh pihak yang terlibat.

Andi Hamzah secara khusus mengimbau para manajer tim agar lebih aktif mengingatkan pemainnya untuk menjunjung tinggi sportivitas. Ia meminta agar tidak ada tindakan provokatif, baik yang dilakukan oleh pemain di lapangan maupun oleh ofisial di bangku cadangan.

“Saya sampaikan ke semua manajer-manajer, tolong jangan sekali-kali mengotori pertandingan, baik oleh pemain maupun penonton. Mari kita jaga jalannya pertandingan sepak bola ini supaya tidak mengundang kerusuhan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa turnamen Gubernur Cup BERANI 2026 tidak semata-mata bertujuan mencari juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.

Menurut Andi Hamzah, sepak bola seharusnya menjadi sarana pemersatu masyarakat, bukan justru menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, sikap dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan, baik menang maupun kalah, menjadi hal yang sangat penting.

Ia juga mengingatkan para suporter agar memberikan dukungan secara positif dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. Keamanan penonton, kata dia, merupakan salah satu prioritas utama panitia selama turnamen berlangsung.

“Kita ingin penonton yang datang ke stadion merasa aman dan nyaman. Sepak bola ini hiburan rakyat, jadi mari kita nikmati bersama tanpa ada keributan,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Hamzah menyoroti potensi besar Kabupaten Parigi Moutong dalam pengembangan sepak bola. Dengan jumlah penduduk yang besar dan dominasi generasi muda, daerah ini dinilai memiliki modal kuat untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Ia membandingkan Parigi Moutong dengan kabupaten lain di Sulawesi Tengah yang dinilai mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas melalui pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang sehat.

“Kenapa kabupaten lain bisa, Parigi Moutong tidak bisa? Padahal dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong yang paling besar jumlah masyarakatnya dan banyak generasi sepak bola,” ungkapnya.

Menurutnya, turnamen seperti Gubernur Cup BERANI 2026 harus dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan sepak bola daerah. Dengan penyelenggaraan yang tertib dan kompetitif, para pemain muda dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan berlebihan akibat situasi yang tidak kondusif.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan, mulai dari babak 16 besar hingga partai final, dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal. Kesuksesan turnamen, lanjutnya, bukan hanya diukur dari kualitas pertandingan, tetapi juga dari keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat.

Andi Hamzah juga menyampaikan bahwa panitia terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengantisipasi potensi gangguan selama pertandingan berlangsung.

“Insyaallah mulai dari babak 16 besar sampai final, pertandingan ini bisa berjalan sukses dan aman. Itu harapan kita semua,” pungkasnya.

Dengan imbauan tersebut, panitia berharap Gubernur Cup BERANI 2026 tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga meninggalkan kesan positif sebagai turnamen yang menjunjung tinggi sportivitas, keamanan, dan semangat persatuan di tengah masyarakat Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *