Konsolidasi Demokrat Parigi Moutong Dipercepat, Nur Rahmatu Beri Sinyal Kader di Estafet Kepemimpinan

Nur Rahmatu Ketua DPC Demokrat Parigi Moutong/ Foto : IST

Soalparigi.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Parigi Moutong resmi mempercepat langkah konsolidasi organisasi guna menghadapi Pemilu 2029. Langkah strategis ini diambil agar partai tidak terjebak dalam ritme kerja yang terburu-buru di penghujung masa pemilu, berkaca pada pengalaman tahun 2024.

Ketua DPC Demokrat Parigi Moutong, Nur Rahmatu, menegaskan bahwa penguatan struktur internal menjadi prioritas utama yang harus tuntas pada tahun 2026.

“Kita tidak mau terjebak di penghujung. Sekarang kita mulai lebih awal. Tahun 2026 konsolidasi internal kita adalah memperbaiki struktur dari tingkat DPC, DPAC, hingga DPRT harus sudah terbentuk,” ujar Nur Rahmatu dalam keterangannya, Rabu (21/01/26).

Meskipun masa jabatan kepengurusan saat ini secara administratif baru berakhir pada Juni 2027, Nur menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan DPD Provinsi Sulawesi Tengah, jadwal musyawarah ditarik lebih cepat satu tahun.

Adapun rencana pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) tingkat Provinsi akan dilaksanakan Februari mendatang sementara paling lambat di bulan Juni akan direncanakan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) tingkat Kabupaten Parigi Moutong.

“Habis puasa nanti, kami akan melakukan rapat konsolidasi persiapan musyawarah secara serentak. Ini adalah instruksi agar mesin partai segera rampung dan siap bekerja,” tambahnya.

Menariknya, Nur Rahmatu yang telah menjabat sebagai Ketua DPC selama dua periode menyatakan sikapnya untuk memberikan kesempatan kepada kader lain. Baginya, keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuannya menciptakan kaderisasi yang berjalan sehat.

“Saya sudah dua periode. Saya memberikan kesempatan kepada kader Demokrat yang lain untuk memimpin. Proses pengkaderan harus berjalan,” tegasnya.

Beberapa nama internal yang disebut memiliki potensi memimpin di antaranya, Sekretaris DPC Demokrat Aslan, Wakil Sekretaris Supriadi hingga nama baru yang bergabung seperti Wakil Bupati Abdul Sahid. Nur juga menyebut nama Wakil Bupati sebagai salah satu kader baru yang memiliki peluang jika serius mengikuti mekanisme partai.

Nur Rahmatu juga menggarisbawahi adanya perubahan pola penentuan ketua dalam Musda maupun Muscab kali ini. Berbeda dengan periode sebelumnya yang mengusulkan tiga nama ke pusat, kali ini sistem mengalami perampingan.

“Ke depan pola sudah berubah. Jika dulu ditetapkan tiga orang baru diusulkan ke Jakarta, sekarang hanya nomor satu yang langsung diusulkan ke Jakarta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *