Soalparigi.id – Malam turun perlahan lepas tarawih, namun panas pertandingan justru membara. Di bawah sorot lampu Lapangan Futsal Toraranga yang menembus gelap, duel antara Bang Jabir FC dan Lokucin FC pada Selasa (3/3/2026) berubah menjadi panggung drama yang menegangkan hingga detik terakhir.
Sorak penonton menggema memecah malam. Setiap tekel terdengar keras, setiap umpan mengandung harap. Lokucin FC tampil menekan sejak awal, mencoba menguasai ritme permainan. Namun Bang Jabir FC menjawab dengan disiplin dan determinasi tinggi. Laga berjalan alot, penuh adu taktik dan adu mental.
Kebuntuan tak lama dipecahkan di babak pertama. Teguh kembali muncul sebagai pembeda seolah meriam panas yang selalu hadir ditiap momen bang jabir fc menyelesaikan laga.
Lewat penyelesaian dingin nan terukur, ia melepaskan tendangan yang tak mampu dijangkau penjaga gawang lawan. Bola meluncur deras, menggoyang jala, dan seketika stadion bergemuruh. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta malam itu, namun nilainya begitu mahal, tiket semifinal.
Di balik gol penentu tersebut, ada sosok Wandi yang tampil luar biasa. Ia menjadi motor permainan sekaligus tembok pertama pertahanan. Dengan kepiawaiannya mengontrol bola, mengunci pergerakan lawan, serta membuka ruang-ruang sempit, strategi Lokucin FC dibuat kocar-kacir.
Gerakannya yang gesit kerap mengecoh pemain lawan, menghadirkan celah yang berujung pada serangan berbahaya. Tak berlebihan jika ia dinobatkan sebagai man of the match.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 1-0 bertahan hingga akhir. Para pemain Bang Jabir FC bersujud syukur di tengah lapangan, sementara para pendukung meluapkan kebanggaan mereka.
Di tepi lapangan, Zabir owner Bang Jabir FC berbicara dengan suara bergetar namun penuh keyakinan.
“Alhamdulillah kita menang. Insyaallah tanggal 5 nanti, kalau tidak berubah dari panitia, kita tanding semifinal. Mohon doa dari semuanya, Bang Jabir bisa masuk final karena pemain kita 100 persen siap,” ujar Zabir.
Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, skuad Bang Jabir FC kini berada dalam kondisi terbaik, baik fisik maupun mental.
“Anak-anak sudah berjuang luar biasa malam ini. Mereka lapar kemenangan, dan kami tidak mau berhenti sampai di sini. Target kami jelas, final. Kami siap ukir sejarah,” tegasnya.
Semifinal yang dijadwalkan pada 5 Maret mendatang akan menjadi ujian berikutnya.
Namun kemenangan dramatis di bawah langit malam ini menjadi bukti, Bang Jabir FC bukan sekadar tim penggembira.
Di antara gemuruh malam dan cahaya lampu lapangan, satu pesan menggema, perjalanan belum selesai. Dan bagi Bang Jabir FC, mimpi menuju final kini terasa semakin nyata.






