Safari Ramadan di Sidoan, Bupati Parigi Moutong Soroti Efisiensi Anggaran dan Dorong Peran Aktif Desa

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID — Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penguatan peran desa dalam pembangunan daerah saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Ar Rahman, Desa Sidoan, Kecamatan Sidoan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong itu dihadiri tim pemerintah daerah, aparat kecamatan, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran, baik di tingkat kabupaten maupun desa.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mengelola sumber daya yang tersedia secara lebih efektif agar program pembangunan tetap berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Erwin Burase menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya berarti pengurangan biaya, tetapi lebih kepada bagaimana pemerintah menentukan program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Efisiensi anggaran bukan sekadar memotong biaya, tetapi bagaimana pemerintah mampu menyusun program prioritas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” kata Erwin.

Ia menyebutkan bahwa selama delapan bulan masa kepemimpinannya, pemerintah daerah berupaya merealisasikan berbagai program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Sebagian program tersebut mulai dijalankan sebagai bagian dari visi pembangunan daerah yang dirangkum dalam konsep Parigi Moutong Maju melalui program “Gerbang Desa” atau Gerakan Membangun Desa.

Menurut Erwin, konsep Gerbang Desa bertujuan mengubah pendekatan pembangunan yang sebelumnya berfokus pada “membangun desa” menjadi “desa membangun”.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah mendorong desa untuk lebih aktif dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan secara mandiri.

Pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga diharapkan dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan sehingga program yang dijalankan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pemerintah tidak hanya hadir sebagai pemberi bantuan, tetapi berkomitmen memberdayakan seluruh elemen di desa agar terlibat dalam pembangunan di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Erwin juga menyinggung sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan akan dilaksanakan di berbagai daerah.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah mengusulkan tambahan lokasi pembangunan dapur untuk mendukung program tersebut.

Menurut Erwin, dari usulan yang diajukan, sebanyak 61 titik dapur MBG direncanakan akan dibangun di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Sejauh ini, sekitar 11 titik telah mendapatkan persetujuan, sementara sisanya masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat.

Ia berharap program tersebut dapat segera terealisasi karena dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi warga desa.

Pemerintah daerah bahkan berencana mendorong agar dapur MBG membeli bahan baku langsung dari desa tempat dapur tersebut beroperasi.

Dengan demikian, hasil pertanian maupun produk olahan masyarakat desa dapat memiliki pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.

“Kami ingin setiap dapur MBG nantinya membeli bahan baku dari desa setempat sehingga produk lokal masyarakat dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi salah satu program pemerintah pusat.

Pemerintah pusat disebut telah memberikan kuota tahap pertama sebanyak 170 desa di Kabupaten Parigi Moutong untuk membangun koperasi desa tersebut.

Namun dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menemukan sejumlah kendala di lapangan.

Hingga saat ini, baru sekitar 14 desa yang telah memulai pembangunan Kopdes Merah Putih.

Menurut Erwin, salah satu kendala utama yang dihadapi desa adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan fasilitas koperasi tersebut.

Karena itu, ia meminta para camat dan kepala desa untuk kembali mendata aset desa yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan koperasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program koperasi desa di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami meminta camat dan kepala desa untuk mendata kembali aset desa yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan koperasi,” ujarnya.

Selain membahas program pembangunan, Bupati juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih pemerintah daerah.

Salah satunya adalah tingginya partisipasi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong dalam program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan pemerintah.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi yang tertinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Erwin juga menyinggung proses pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah yang telah dilaksanakan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia berharap pejabat yang telah dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional serta mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah.

“Saya berharap mereka yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan memastikan program pemerintah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kegiatan Safari Ramadan di Desa Sidoan menjadi salah satu forum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *