Soalparigi.id – Malam Ramadan di Parigi biasanya berjalan tenang selepas lantunan doa tarawih berakhir. Namun dalam beberapa hari ke depan, suasana itu akan sedikit berbeda. Bukan karena keramaian pasar malam, melainkan dentingan stik konsol dan sorak para pemain yang beradu strategi di layar virtual.
Di tengah atmosfer bulan suci yang hangat, komunitas Pewarta Muda Parigi Moutong bersama Satresnarkoba Polres Parigi Moutong menghadirkan sebuah cara berbeda untuk mengajak generasi muda menjauhi narkoba. Turnamen E-Football Ramadan Series 2026.
Turnamen yang akan digelar di Wafflebox Cafe Parigi ini bukan sekadar ajang bermain gim sepak bola digital. Di balik layar monitor dan pertandingan yang kompetitif, terselip pesan kuat bagi generasi muda: “Nyatakan Perang Pada Narkoba.”
Sebanyak 64 slot peserta disiapkan panitia bagi para gamer yang ingin unjuk kemampuan. Dengan biaya pendaftaran Rp35.000 per slot dan total hadiah Rp3 juta, turnamen ini diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan paling menarik bagi anak muda Parigi Moutong selama Ramadan. Pendaftaran sendiri telah dibuka sejak 1 Maret hingga 12 Maret 2026.
Kasat Resnarkoba Polres Parigi Moutong, IPTU Nicho Eliezer, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang menyasar langsung generasi muda.
Menurutnya, kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan hukum terhadap pelaku peredaran narkotika, tetapi juga aktif menciptakan ruang kegiatan positif yang dapat menjadi alternatif bagi remaja.
“Turnamen ini menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir potensi kegiatan negatif remaja di malam hari selama bulan Ramadan. Kami ingin anak-anak muda memiliki aktivitas yang positif selepas tarawih,” ujar Nicho Eliezer, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, waktu luang setelah ibadah tarawih sering kali menjadi momentum yang rawan bagi remaja jika tidak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Melalui kompetisi yang sehat seperti e-football, energi dan minat generasi muda dapat diarahkan ke hal yang lebih produktif.
“Pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Roni Saputra menjelaskan bahwa ide kegiatan tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan ruang berkumpul yang sehat bagi anak muda Parigi Moutong selama Ramadan.
Menurutnya, kolaborasi antara komunitas kepemudaan dan aparat kepolisian menjadi bukti bahwa upaya menjaga generasi muda dari pengaruh narkoba harus dilakukan bersama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak muda memiliki agenda positif selepas tarawih. Mereka bisa berkumpul, bertanding, sekaligus menjalin pertemanan dalam suasana yang sehat,” jelas Roni.
Turnamen ini diperkirakan tidak hanya diikuti para gamer berpengalaman, tetapi juga pemain kasual yang ingin merasakan atmosfer kompetisi sambil mengisi malam Ramadan dengan kegiatan menyenangkan.
Dengan kombinasi semangat kompetisi, kebersamaan, dan pesan kuat tentang bahaya narkoba, turnamen e-football ini diharapkan menjadi magnet baru bagi generasi muda Parigi Moutong.
Bagi para penggemar gim sepak bola digital, Ramadan tahun ini tampaknya bukan hanya tentang menunggu waktu sahur, tetapi juga tentang mencetak gol kemenangan sambil menyatakan perang terhadap narkoba.






