Soalparigi.id — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong terus diperkuat. Sinergi TNI dan Polri kembali ditunjukkan melalui pengerahan personel gabungan dari unsur Sabhara Polri dan Batalyon Teritorial TNI untuk membantu upaya pemadaman dan pengendalian titik api di wilayah terdampak.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan, dihadapan awak media, Kamis (05/02/26), mengatakan pihak kepolisian telah menurunkan belasan personel gabungan untuk mempercepat penanganan Karhutla di lapangan.
“Seperti apa tadi kita sampaikan kemarin, untuk personel di sini ada sekitar 30 orang yang kita libatkan dari Sabhara dengan Polsek setempat,” ujar AKBP Hendrawan.
Menurutnya, personel tersebut disiagakan untuk membantu pemadaman, pemantauan titik api, serta pengamanan lokasi agar kebakaran tidak meluas ke pemukiman dan lahan produktif milik warga.
Baca : Jadi Perhatian Serius, Karhutla di Desa Avulua Parigi Moutong Diprakirakan Capai 42 Hektare
Sementara itu, TNI melalui Korem Palakawira juga menyatakan kesiapan penuh mendukung pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla di Parigi Moutong. Hal tersebut disampaikan Kapten Armed Putu Sujaya, Danramil Parigi sekaligus Pabung Korem Palakawira.
“Terima kasih, kami dari pihak TNI akan selalu membantu pemerintah daerah, khususnya Pemda Parigi. Kami TNI dari Kodam akan mengerahkan personel yaitu Yonif 711/Raksatama Kodam Palakawira sesuai dengan kebutuhan di sini, minimal 30 orang sampai 60 orang personel Batalyon Teritorial (Yon TP),” jelasnya.
Kapten Armed menegaskan, pengerahan pasukan tersebut merupakan perintah langsung dari pimpinan Kodam dan telah melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami sudah diperintahkan untuk koordinasi oleh Kodam, dan kami tadi sudah koordinasi dengan BPBD termasuk Pak Sekda. Kami tadi juga sudah laporan dengan Pak Bupati,” tambahnya.
Ia menjelaskan, personel TNI akan segera diterjunkan ke lokasi begitu seluruh perlengkapan pendukung dinyatakan siap untuk digunakan di lapangan.
“Personel akan dikerahkan apabila perlengkapan sudah siap,” pungkasnya.
Kolaborasi TNI–Polri bersama pemerintah daerah dan BPBD ini diharapkan dapat mempercepat pengendalian Karhutla serta meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.






