Teguran Bupati terhadap Kades Sipayo Dinilai Lembek, Warga Pertanyakan Dugaan Intervensi Pejabat DPRD

Soalparigi.ID – Surat teguran yang dikeluarkan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, terhadap Kepala Desa (Kades) Sipayo, Nurdin Ilo Ilo, menuai sorotan. Alih-alih dianggap sebagai langkah tegas atas dugaan pelanggaran yang terjadi di desa tersebut, surat teguran itu dinilai sebagian warga justru terlalu lembek dan tidak sejalan dengan pernyataan keras Bupati sebelumnya.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, terdapat dugaan adanya campur tangan salah satu pimpinan DPRD Parigi Moutong dalam proses keluarnya surat tersebut. Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sebelum surat teguran diterbitkan, Kades Nurdin bersama seorang pengusaha tambang ilegal bernama Dina diduga sempat menemui salah satu pimpinan DPRD untuk meminta perlindungan.

“Ada informasi seperti itu, sehingga kemungkinan besar pertemuan antara Bupati dan Kades Sipayo terjadi atas mediasi pejabat DPRD. Info ini sudah ramai dibicarakan warga,” ujar sumber tersebut.

Hasil dari proses itu, menurut sumber, adalah keluarnya surat teguran Bupati yang terkesan lunak. Padahal sebelumnya, publik menanti sikap tegas pemerintah daerah terkait dugaan penyalahgunaan wewenang di Desa Sipayo.

Tidak puas dengan langkah itu, sejumlah warga berencana melaporkan Kades Sipayo ke Ombudsman RI, karena menilai pencabutan atau perubahan isi surat resmi tidak menghapus potensi pelanggaran pidana.

“Sudah ada niat tidak baik saat surat resmi ditandatangani dan diberi cap desa. Itu tidak bisa dihapus dengan alasan administrasi,” tegas sumber lainnya.

Selain itu, warga juga berencana melayangkan surat ke DPRD Parigi Moutong untuk menuntut agar tidak ada pejabat dewan yang terlibat dalam melindungi pihak-pihak yang diduga melanggar hukum.

Diketahui, sebelum surat teguran diterbitkan, isu intervensi dari kalangan DPRD untuk menyelamatkan Kades Sipayo memang telah lebih dulu beredar di masyarakat. Namun hingga kini, identitas pejabat DPRD yang disebut-sebut terlibat masih belum diungkap secara resmi.

“Tunggu saja, nanti akan diungkap di gedung DPRD Parigi Moutong,” pungkas sumber yang mengetahui perihal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *