Soalparigi.ID – Sebanyak 85 aparatur sipil negara mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Proses seleksi yang berlangsung di Palu tersebut memperebutkan 12 jabatan strategis yang dinilai berperan penting dalam penguatan kinerja birokrasi daerah.
Pelaksanaan seleksi dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui tahapan penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 4 Maret 2026. Seleksi dilakukan sebagai bagian dari penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan struktural.
Kepala BKD Provinsi Sulawesi Tengah, Sitti Asma Ul Husnasyah, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan dan objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, proses ini bertujuan memastikan pejabat yang terpilih memiliki kompetensi dan integritas.
Ia menjelaskan bahwa seleksi terbuka menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas aparatur pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks. Penilaian dilakukan menggunakan metode asesmen kompetensi berbasis standar nasional.
Tahapan seleksi tidak hanya menilai kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman sosial kultural yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi organisasi pemerintahan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan pejabat yang adaptif terhadap dinamika pembangunan daerah.
BKD mencatat bahwa setelah tahapan asesmen kompetensi selesai, panitia seleksi akan menggelar rapat pada 5 Maret 2026 untuk menentukan hasil sementara. Pengumuman hasil asesmen dijadwalkan pada 6 Maret 2026 melalui kanal resmi pemerintah daerah.
Peserta yang lolos tahap asesmen akan mengikuti seleksi lanjutan berupa penulisan makalah dan wawancara yang berlangsung pada 9 hingga 14 Maret 2026. Tahapan tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan konseptual serta strategi peserta dalam mengelola organisasi.
Selanjutnya, panitia seleksi akan melakukan rapat penilaian pada 17 Maret 2026 sebelum mengumumkan hasil tahap tersebut pada 18 Maret 2026. Proses seleksi kemudian dilanjutkan dengan penetapan tiga besar calon pejabat untuk setiap jabatan.
Pengumuman tiga besar dijadwalkan pada 25 Maret 2026 dan akan dilanjutkan dengan uji publik pada 25 hingga 27 Maret 2026. Uji publik dilakukan untuk memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terhadap rekam jejak peserta.
Hasil akhir seleksi selanjutnya akan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian sebelum diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara sebagai bagian dari mekanisme pengawasan nasional dalam sistem manajemen ASN.
Pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido untuk memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Tim panitia seleksi dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina yang melibatkan unsur akademisi, kementerian, serta perwakilan pemerintah provinsi. Komposisi tersebut dinilai penting untuk menjaga independensi proses seleksi.
Sebanyak 12 jabatan strategis yang dibuka dalam seleksi ini mencakup sejumlah perangkat daerah dengan peran langsung dalam pelayanan publik. Jabatan tersebut antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Selain itu, seleksi juga mencakup posisi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Jabatan lain yang diperebutkan adalah Staf Ahli Gubernur Bidang SDM dan Pengembangan Kawasan.
Posisi strategis lainnya meliputi Direktur RSUD Undata, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
BKD menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan meningkatnya minat aparatur sipil negara untuk berkompetisi secara terbuka dalam sistem merit. Kompetisi terbuka dinilai dapat mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan birokrasi.
Penilaian kompetensi dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Penilaian Kompetensi Pegawai BKD yang telah terakreditasi A serta didukung asesor profesional bersertifikasi. Proses asesmen dilakukan menggunakan metode psikometri, simulasi kepemimpinan, serta wawancara berbasis kompetensi.
Menurut Sitti Asma Ul Husnasyah, penerapan metode asesmen yang terstandar menjadi faktor penting dalam memastikan hasil seleksi objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terbuka tanpa intervensi.
BKD juga memastikan bahwa hasil seleksi akan dipublikasikan secara bertahap agar masyarakat dapat memantau prosesnya. Transparansi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat reformasi birokrasi.
Seleksi terbuka JPT Pratama dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah. Pejabat yang terpilih nantinya diharapkan mampu mempercepat program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, sistem seleksi berbasis kompetensi juga diharapkan mampu mendorong budaya kerja profesional di lingkungan aparatur sipil negara. Kompetisi terbuka dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan birokrasi yang adaptif dan akuntabel.
Melalui proses seleksi yang berlangsung bertahap dan terukur, pemerintah provinsi menargetkan terbentuknya struktur kepemimpinan yang lebih kuat dan profesional. Hasil seleksi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kinerja organisasi, tetapi juga pada efektivitas program pembangunan di Sulawesi Tengah secara keseluruhan.






