Kukuhkan Program Berani Cerdas, Gubernur Sulteng: Pertama di Indonesia

/ Foto : Adpim Pemprov Sulteng

Soalparigi.ID — Program Berani Cerdas, gagasan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, resmi dikukuhkan dan diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berani mengambil langkah progresif dengan memberikan beasiswa gratis bagi seluruh generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pemerintah provinsi lain di Indonesia yang mengambil kebijakan seberani Sulawesi Tengah dalam menjamin akses pendidikan tinggi secara menyeluruh. Hal tersebut disampaikannya saat penandatanganan nota kesepakatan bersama seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Tengah, Kamis (8/1/2026), di Kantor Gubernur Sulteng.

“Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberikan program sebanyak dan seberani ini,” ujar Anwar Hafid.

Menurutnya, Program Berani Cerdas menjadi instrumen penting untuk mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tengah, sekaligus sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.

“Ini bukan sekadar janji kampanye, tetapi upaya nyata untuk memajukan provinsi ini melalui penguatan sektor SDM,” tegasnya.

Anwar menekankan bahwa masa depan Sulawesi Tengah sepenuhnya berada di tangan generasi muda. Karena itu, Program Berani Cerdas diharapkan menjadi pelopor dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Kita semua yakin, masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi setinggi apa kualitas SDM yang dimiliki daerah ini,” katanya.

Lebih lanjut, Anwar berharap Sulawesi Tengah dapat menjadi salah satu provinsi penyumbang SDM unggul dalam rangka mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Untuk itu, Pemprov Sulteng terus mendorong keberlanjutan Program Berani Cerdas sebagai wadah peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.

Ia juga memaparkan bahwa berdasarkan data, rata-rata lama sekolah masyarakat Sulawesi Tengah masih berada di angka 9 tahun, atau setara lulusan SMP. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar dalam mewujudkan Indonesia Emas.

“Indonesia Emas yang kita cita-citakan akan sulit terwujud jika rata-rata lama sekolah kita masih 9 tahun,” ungkapnya.

Melalui Program Berani Cerdas, Anwar menegaskan bahwa Pemprov Sulteng siap menanggung biaya pendidikan generasi muda hingga perguruan tinggi. Ia optimistis kebijakan ini dapat meringankan beban ekonomi orang tua, khususnya yang mengalami keterbatasan finansial.

“Orang tua, kalau mau membantu anaknya, bantulah yang lain. Soal biaya pendidikan, biarlah pemerintah provinsi yang menanggungnya,” pungkas Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *