Soalparigi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengimbau warga Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman. Warga disarankan mengungsi sementara ke rumah keluarga atau kerabat terdekat guna menghindari dampak buruk asap kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan BPBD Parigi Moutong melalui siaran persnya, pada Senin, (02/02/26) sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat. Meski titik api saat ini masih terpantau relatif aman dari permukiman warga, namun kondisi kualitas udara di sekitar lokasi dinilai tidak sehat akibat paparan asap.
BPBD melalui kanal medianya menilai asap kebakaran berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, langkah pengungsian sementara dipandang perlu sebagai upaya pencegahan dini agar warga tidak terpapar asap dalam waktu lama.
Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia, bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas. Kelompok tersebut dinilai memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan apabila terus berada di area terdampak asap kebakaran.
Selain meminta warga mengamankan diri, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan serta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi, terutama jika arah angin membawa asap semakin mendekati permukiman.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Avolua. Upaya ini dilakukan guna mencegah meluasnya titik api serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Desa Avolua. Koordinasi tersebut membahas peran aparat desa dalam mendukung upaya pengendalian kebakaran yang hingga kini masih berlangsung di wilayah tersebut.
Dalam koordinasi itu, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah desa bersama masyarakat. Aparat desa diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu pemantauan wilayah terdampak, mendukung proses pemadaman, serta mengedukasi warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Selain fokus pada penanganan di tingkat desa, BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Salah satunya dengan menjalin kolaborasi bersama Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sulawesi.
Sinergi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla secara terpadu. Melalui kerja sama ini, diharapkan proses pengendalian api dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan, lahan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga.
BPBD menilai kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, mengingat luasnya area terdampak serta potensi risiko yang dapat berkembang apabila tidak ditangani secara maksimal sejak dini.
Di tengah upaya penanganan yang terus dilakukan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar berperan aktif dalam pencegahan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, baik untuk membuka lahan maupun keperluan lainnya, karena dapat memperparah kondisi kebakaran.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan titik api baru di sekitar wilayah Desa Avolua maupun daerah sekitarnya. Pelaporan cepat dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan. Seluruh langkah yang diambil, termasuk imbauan pengungsian sementara, dilakukan semata-mata untuk melindungi warga dari ancaman bahaya dan risiko kesehatan.
Dengan adanya koordinasi yang terus diperkuat antara BPBD, pemerintah desa, aparat terkait, serta dukungan masyarakat, diharapkan situasi kebakaran di Desa Avolua dapat segera dikendalikan. BPBD berharap masyarakat tetap waspada, patuh pada arahan petugas, serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.
Adapun Informasi yang dihimpun dari pelbagai rilis Pusdalops BPBD, Kebakaran Hutan dan Lahan intens terjadi disejumlah titik kurun waktu sejak Januari. Beberapa titik telah dilakukan penanganan dan tercatat titik terparah berada di Desa Avolua, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong yang diperkirakan seluas 20 hektare.






