Soalparigi.id – Senja perlahan turun di Desa Petapa, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (27/02/2026). Cahaya matahari yang menguning berpadu dengan suasana Ramadan yang khusyuk. Di waktu menjelang berbuka itu, langkah-langkah relawan menyusuri jalan desa, membawa puluhan paket sembako dan satu pesan yang sama, tak ada yang benar-benar sendiri di bulan penuh berkah ini.
Kegiatan bertajuk Jumat Berbagi yang rutin digagas Komunitas Jumat Berbagi Parigi Moutong melalui kolaborasi sejumlah komunitas, pelaku usaha, donatur, dan pegiat sosial. Akai Jaya Parigi, Rumah Hukum Tadulako, Infero Primaland, Aimsport, Bangjabir, Fathi Beras, serta sejumlah pengusaha lokal lainnya, bergandengan tangan menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Sore itu, bukan sekadar pembagian bantuan yang berlangsung. Di setiap rumah yang disinggahi, relawan menyerahkan paket kebutuhan pokok harian beras dan bahan pangan lainnya, yang diharapkan dapat membantu meringankan beban warga selama Ramadan. Waktu menjelang berbuka dipilih bukan tanpa alasan, di detik-detik itulah rasa lapar dan harap sering kali berada di titik paling sunyi.
Harga kebutuhan yang meningkat dan penghasilan yang tak selalu pasti menjadi realitas yang dihadapi sebagian warga. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran komunitas dan para donatur menjadi oase kecil yang menyejukkan.
Suasana haru terasa ketika bantuan diterima. Beberapa warga menunduk, sebagian lainnya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Percakapan sederhana pun mengalir tentang keluarga, tentang pekerjaan, tentang harapan agar keadaan perlahan membaik.
Hendra, salah seorang warga Desa Petapa, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Menjelang azan magrib, ia menyampaikan terima kasihnya mewakili masyarakat.
“Iya, terima kasih untuk teman-teman semua dari Komunitas Berbagi Jumat Berkah. Alhamdulillah, ini sangat membantu bagi masyarakat yang artinya membutuhkan, bahwa dalam bulan Ramadan ini selain berbagi juga dapat pahalanya,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan apresiasi warga atas kepedulian para relawan dan donatur.
“kami dari masyarakat sini mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Komunitas Berbagi Jumat Berkah. Sekian,” tambahnya.
Ketika nyaris azan magrib berkumandang, pembagian paket hampir rampung. Senja menutup hari dengan tenang, namun meninggalkan kesan mendalam. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan cermin bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
Jumat Berbagi di Desa Petapa menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas dan pelaku usaha mampu menghadirkan dampak nyata. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi, solidaritas tetap menemukan jalannya hadir di waktu yang tepat, di tempat yang membutuhkan.
Di senja Ramadan itu, yang dibagikan bukan hanya sembako. Ada kepedulian yang ditegaskan, ada harapan yang dikuatkan, dan ada keyakinan bahwa kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu menemukan maknanya.






