Sholat Id di Halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Serukan Kepedulian pada Anak Yatim

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID – Pelaksanaan Sholat Id di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (21/3/2026), tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang penguatan pesan sosial kepada masyarakat. Ribuan jamaah yang hadir sejak pagi mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, sementara khutbah menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Sholat Id yang dimulai sekitar pukul 07.15 WITA berlangsung khidmat di tengah cuaca cerah. Sejak sebelum pelaksanaan, masyarakat mulai memadati lokasi, menciptakan suasana kebersamaan antara warga dan jajaran pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pejabat daerah menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah dalam kegiatan keagamaan yang bersifat publik. Namun, lebih dari sekadar kehadiran simbolik, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan Sholat Id adalah Drs. H. Sudirman Tjora, sementara khutbah disampaikan oleh Drs. H. Mahfuz. Dalam khutbahnya, khatib menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan anak yatim, baik dalam bentuk santunan maupun perhatian berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa menyayangi dan merawat anak yatim bukan hanya anjuran moral, tetapi juga memiliki nilai keutamaan tinggi dalam ajaran Islam. Bahkan, disebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Rasulullah SAW.

Pesan tersebut disampaikan dalam konteks kehidupan sosial saat ini, di mana kepedulian terhadap kelompok rentan dinilai perlu terus diperkuat. Khatib mengingatkan bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual semata, melainkan harus diiringi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah jamaah mengaku khutbah tersebut relevan dengan kondisi masyarakat. Mereka menilai, peringatan tentang pentingnya menyantuni anak yatim menjadi pengingat agar semangat berbagi tidak hanya muncul saat momen hari besar keagamaan.

Di sisi lain, pelaksanaan Sholat Id di ruang terbuka seperti halaman Kantor Bupati juga memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Lokasi yang strategis memudahkan warga dari berbagai wilayah untuk hadir, sekaligus memperkuat interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menjaga tradisi keagamaan yang inklusif. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan ruang kebersamaan yang tidak terbatas pada aspek administratif.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai bahwa momentum seperti ini seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah perlu ditindaklanjuti melalui program nyata, khususnya yang menyasar kesejahteraan anak yatim dan kelompok rentan lainnya.

Program bantuan sosial, pendidikan, hingga pembinaan berkelanjutan dinilai menjadi langkah konkret yang dapat memperkuat dampak dari pesan keagamaan yang disampaikan. Tanpa tindak lanjut, nilai-nilai yang diangkat dalam khutbah berpotensi hanya menjadi wacana tahunan.

Selain itu, keterlibatan pemerintah dalam kegiatan keagamaan juga diharapkan mampu membangun kepercayaan publik. Kehadiran langsung pimpinan daerah dapat menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.

Pelaksanaan Sholat Id tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Aparat keamanan dan panitia terlihat mengatur jalannya kegiatan sehingga tetap tertib dan nyaman bagi seluruh jamaah.

Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bahwa perayaan hari besar keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ibadah ritual. Di dalamnya terdapat nilai solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang perlu terus dijaga dan diperkuat.

Ke depan, masyarakat berharap agar semangat kebersamaan yang terbangun dalam pelaksanaan Sholat Id ini dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam bentuk interaksi sosial, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Dengan demikian, pelaksanaan Sholat Id di Parigi Moutong tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan rutin, tetapi juga pengingat penting bahwa kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab kolektif. Pesan tentang kepedulian terhadap anak yatim yang disampaikan dalam khutbah menjadi poin utama yang diharapkan mampu mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *