Soalparigi.ID – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turun langsung ke Dusun Vatutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (23/3/2026), untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyalurkan bantuan sembako. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang berada di dataran tinggi.
Didampingi Wakil Gubernur Reny Lamadjido serta Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, gubernur menyambangi warga secara langsung dalam suasana yang berlangsung terbuka dan interaktif. Kegiatan ini dilakukan setelah rangkaian open house dan halal bihalal di rumah jabatan selama dua hari sebelumnya.
Berbeda dari agenda sebelumnya yang berpusat di rumah jabatan, kunjungan ke Vatutela menempatkan pemerintah sebagai pihak yang aktif mendatangi masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Anwar Hafid berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Warga menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dan fasilitas pendukung di lingkungan mereka.
“Setelah dua hari masyarakat datang kepada kami, hari ini kami yang datang langsung ke masyarakat. Ini bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus memastikan kami mendengar langsung kebutuhan warga,” ujar Anwar Hafid.
Dialog berlangsung tanpa sekat formal, memungkinkan warga menyampaikan keluhan dan harapan secara langsung. Sejumlah warga menyoroti kondisi akses jalan, fasilitas umum, serta kebutuhan dasar lainnya yang dinilai masih perlu perhatian pemerintah.
Selain menyerap aspirasi, gubernur juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial ekonomi warga, terutama pasca perayaan Idulfitri.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis, namun diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek. Meski demikian, sejumlah pihak menilai bantuan semacam ini perlu diimbangi dengan program jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
Perwakilan warga Vatutela menyambut positif kunjungan tersebut. Mereka mengaku merasa diperhatikan karena pemerintah provinsi hadir langsung melihat kondisi di wilayah mereka yang berada di kawasan perbukitan.
Warga juga berharap agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata. Mereka menilai kunjungan langsung seperti ini penting untuk membuka komunikasi yang selama ini terbatas.
“Terima kasih atas kunjungan ini. Kami berharap kebutuhan masyarakat di sini bisa menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti,” ujar salah satu warga.
Menanggapi hal tersebut, gubernur memastikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan akan diproses sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa komunikasi langsung seperti ini penting untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Kunjungan ke wilayah seperti Vatutela juga mencerminkan tantangan geografis yang masih dihadapi di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah. Akses yang terbatas dan kondisi infrastruktur menjadi isu yang berulang disampaikan masyarakat dalam berbagai kesempatan.
Pengamat menilai bahwa pola kunjungan langsung seperti ini dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan. Dengan mendengar langsung dari masyarakat, pemerintah memiliki data yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan laporan administratif.
Namun demikian, efektivitas kunjungan tetap bergantung pada tindak lanjut yang dilakukan. Tanpa realisasi program yang konkret, kegiatan serupa berisiko hanya menjadi rutinitas tanpa dampak signifikan.
Kehadiran gubernur dan wakil gubernur di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Interaksi langsung dinilai mampu mengurangi jarak antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih transparan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pendekatan sosial yang lebih luas, di mana pemerintah tidak hanya hadir dalam konteks kebijakan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini penting untuk membangun hubungan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme warga yang cukup tinggi. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung di tingkat akar rumput.
Ke depan, masyarakat berharap kunjungan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala, tidak hanya pada momen tertentu. Yang lebih penting, mereka menunggu realisasi dari berbagai aspirasi yang telah disampaikan.
Dengan demikian, kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke Vatutela tidak hanya menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga ujian nyata terhadap komitmen dalam menindaklanjuti kebutuhan warga. Dampaknya akan terlihat sejauh mana aspirasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.






