Soalparigi.ID – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 mulai terlihat di jalur laut dengan kedatangan Kapal Motor (KM) Dorolonda di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Senin (23/3/2026) dini hari. Sebanyak 889 penumpang tercatat berada di kapal tersebut, dengan ratusan di antaranya turun di pelabuhan setempat di tengah pengamanan ketat aparat gabungan.
Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia itu bersandar sekitar pukul 01.00 WITA. Berdasarkan data pos pengamanan, sebanyak 512 penumpang turun, 377 penumpang melanjutkan perjalanan, dan 40 penumpang naik dari Pelabuhan Pantoloan.
Peningkatan aktivitas ini menjadi perhatian aparat keamanan yang menggelar pengamanan melalui Operasi Ketupat Tinombala 2026. Personel Subsatgas Polairud bersama unsur gabungan dikerahkan untuk memastikan proses kedatangan dan keberangkatan penumpang berjalan aman dan tertib.
Sebelum pelaksanaan pengamanan, dilakukan apel kesiapan yang dipimpin Kapolsek KP3 Pantoloan, Moh Pandu Aupan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di tengah meningkatnya mobilitas penumpang.
Ia menyebut fokus utama pengamanan adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Setiap potensi gangguan, baik kriminalitas maupun kendala teknis di lapangan, diminta untuk diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang solid antarpetugas.
Pengamanan di Pelabuhan Pantoloan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, KSOP, syahbandar, Basarnas, hingga pengelola pelabuhan. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai krusial dalam menghadapi lonjakan penumpang pada periode arus balik.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti area dermaga, jalur keluar-masuk penumpang, serta terminal. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk pencopetan, penipuan, maupun praktik premanisme yang kerap muncul saat keramaian.
Selain aspek keamanan, pengawasan juga difokuskan pada kelancaran arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan yang dapat mengganggu mobilitas. Petugas terlihat aktif mengarahkan penumpang serta memastikan proses turun dan naik kapal berjalan sesuai prosedur.
Sejumlah penumpang mengaku merasa lebih aman dengan kehadiran aparat di lokasi. Mereka menilai pengamanan yang terlihat di berbagai titik membantu menciptakan rasa nyaman, terutama bagi penumpang yang membawa barang dalam jumlah banyak.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi. Penumpang diminta menjaga barang bawaan serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama selama arus balik berlangsung.
Pengamat transportasi menilai bahwa peningkatan arus balik melalui jalur laut merupakan tren yang terus berulang setiap tahun, terutama di wilayah kepulauan seperti Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, kesiapan pengamanan dan fasilitas menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas layanan.
Operasi Ketupat Tinombala sendiri menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengamankan periode mudik dan arus balik Lebaran. Fokusnya tidak hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada aspek keselamatan dan keamanan penumpang.
Hingga kapal melanjutkan perjalanan, situasi di Pelabuhan Pantoloan dilaporkan dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan gangguan berarti selama proses kedatangan maupun keberangkatan berlangsung.
Ke depan, potensi peningkatan arus balik diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Aparat diminta tetap siaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang datang secara bertahap.
Dengan pengamanan yang terkoordinasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban, arus balik Lebaran di Pelabuhan Pantoloan diharapkan dapat berjalan lancar. Momentum ini juga menjadi ujian kesiapan aparat dan pengelola transportasi dalam memberikan layanan yang aman, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat pasca-Idulfitri.






