Soalparigi.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen melanjutkan sembilan program prioritas “BERANI” sebagai strategi utama pembangunan daerah setelah satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan tasyakuran satu tahun program Sulteng BERANI yang digelar bersama masyarakat di pelataran Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyoroti capaian awal pembangunan sekaligus arah kebijakan lanjutan yang difokuskan pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta konektivitas wilayah. Program BERANI disebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan daerah.
Anwar Hafid menyampaikan bahwa sembilan program prioritas tersebut menjadi fondasi utama kebijakan pemerintah provinsi dalam menekan beban ekonomi masyarakat. Menurutnya, seluruh program diarahkan pada dampak langsung terhadap pelayanan publik.
Ia menilai tahun pertama pemerintahan menjadi tahap pembangunan dasar kebijakan, terutama dalam penataan program dan penguatan koordinasi antarperangkat daerah. Pemerintah juga mulai melakukan sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional.
“Program BERANI dirancang agar memberikan dampak nyata dan mengurangi beban hidup masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah provinsi mencatat sejumlah indikator pembangunan mulai menunjukkan tren positif selama satu tahun terakhir. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, sementara pertumbuhan ekonomi daerah disebut tetap berada pada posisi tinggi di kawasan Pulau Sulawesi.
Meski demikian, pemerintah menilai capaian tersebut masih merupakan tahap awal dan membutuhkan percepatan program agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah sektor pendidikan melalui skema BERANI Cerdas. Pemerintah provinsi berencana kembali membuka bantuan pendidikan pada April 2026 dengan pola penyaluran langsung ke perguruan tinggi penerima.
Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah sekaligus menekan angka putus kuliah akibat keterbatasan biaya.
Pemerintah juga memperkuat kerja sama dengan ratusan perguruan tinggi di Indonesia untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Skema pembayaran langsung ke kampus dinilai mampu meningkatkan transparansi penggunaan anggaran pendidikan.
Di sektor kesehatan, pemerintah melanjutkan program BERANI Sehat yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan menggunakan identitas kependudukan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan dasar di seluruh wilayah.
Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menambahkan bahwa pemerintah daerah sedang mendorong penguatan tenaga medis, terutama dokter spesialis. Ketersediaan tenaga kesehatan dinilai masih menjadi tantangan di beberapa daerah.
Selain itu, pemerintah merencanakan pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai langkah jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mencetak tenaga medis lokal.
“Kita ingin kebutuhan dokter spesialis dapat dipenuhi dari daerah sendiri,” ujarnya.
Pemerintah provinsi juga menyoroti sektor ekonomi melalui penguatan program nasional yang terintegrasi dengan kebijakan daerah, termasuk program makan bergizi, koperasi desa, serta pengembangan pendidikan berbasis masyarakat.
Dalam sektor konektivitas, pemerintah menargetkan pembukaan rute penerbangan internasional langsung guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri juga menjadi bagian dari strategi peningkatan akses transportasi udara.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, pengembangan bandara diarahkan untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai pusat transit regional, termasuk rencana jangka panjang sebagai embarkasi haji.
Menurut pemerintah, peningkatan konektivitas akan berdampak pada sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. Infrastruktur transportasi dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah provinsi juga melepas Tim Safari Ramadan 2026 yang akan bertugas mengunjungi kabupaten dan kota untuk menyampaikan program pembangunan sekaligus kegiatan pembinaan keagamaan.
Safari Ramadan menjadi salah satu pendekatan komunikasi pemerintah daerah untuk memperkuat interaksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi di tingkat lokal.
Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program BERANI agar pelaksanaannya lebih efektif. Evaluasi dilakukan berdasarkan capaian indikator pembangunan serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembangunan daerah. Pemerintah menilai partisipasi publik akan menentukan keberlanjutan kebijakan yang telah dirancang.
Selain fokus pada program prioritas, pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya stabilitas sosial dan penguatan sumber daya manusia. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.
Pemerintah menyadari bahwa tantangan pembangunan masih cukup besar, terutama terkait pemerataan layanan dasar dan peningkatan kualitas ekonomi masyarakat. Karena itu, strategi pembangunan akan difokuskan pada program yang berdampak langsung.
Satu tahun awal pemerintahan disebut sebagai tahap penataan sistem dan penguatan program prioritas. Pemerintah menargetkan implementasi program akan semakin terlihat pada tahun berikutnya.
Anwar Hafid juga menyampaikan permohonan dukungan masyarakat agar pelaksanaan program pembangunan berjalan konsisten. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Jika implementasi sembilan program BERANI berjalan sesuai target, pemerintah provinsi menilai kebijakan tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses layanan publik, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.






