Soalparigi.ID — Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan dan berbagai kebutuhan masyarakat yang belum terjawab, kehadiran wakil rakyat menjadi ruang bagi warga untuk kembali menyuarakan harapan. Situasi itu mewarnai kunjungan kerja daerah pemilihan (dapil) anggota DPRD Sulawesi Tengah, Rachmatsyah Tawainella, SH., MM., di Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Oktober 2026.
Warga dari sejumlah desa eks Tada dan wilayah sekitar Tinombo Selatan menyambut antusias kunjungan tersebut. Mereka berharap pertemuan langsung dengan wakil rakyat dapat membuka jalan bagi aspirasi yang selama ini disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) maupun dinas terkait, tetapi belum sepenuhnya terealisasi di tengah keterbatasan anggaran.
Bagi masyarakat, kunjungan dapil bukan sekadar agenda formal. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan di lapangan sekaligus menitipkan harapan agar kebutuhan warga dapat diperjuangkan melalui jalur legislatif.
Rachmatsyah mengatakan, tugas wakil rakyat tidak berhenti pada pembahasan kebijakan di gedung parlemen. Menurutnya, turun langsung ke masyarakat diperlukan agar persoalan yang dihadapi warga dapat dipahami dan diperjuangkan sesuai kewenangan.
“Ketika masyarakat datang menyampaikan keluhan, tugas kita adalah mendengar dan mencari jalan keluarnya bersama. Saya memahami bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan, tetapi aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan itu. Kita perlu mengawal dan memperjuangkannya melalui mekanisme yang ada,” ujar Rachmatsyah.
Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat perlu menjadi bahan perhatian dalam pembahasan program dan penganggaran daerah, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan pemerintah.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya didatangi, lalu ditinggalkan dengan harapan. Apa yang menjadi kebutuhan warga harus dicatat, dikawal, dan diperjuangkan sesuai kemampuan serta kewenangan. Saya juga berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan aspirasi agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Kunjungan di Desa Tada tersebut kembali menegaskan pentingnya fungsi representasi wakil rakyat menjembatani persoalan masyarakat dengan pemerintah, mengawal aspirasi dalam proses kebijakan, serta memastikan kebutuhan warga mendapat perhatian di tengah tantangan pembangunan daerah.
Bagi masyarakat eks Tada dan Tinombo Selatan, harapannya sederhana, suara yang disampaikan tidak berhenti dalam pertemuan, tetapi memiliki tindak lanjut yang nyata bagi kehidupan mereka.








