Soalparigi.ID – Kehadiran warga yang meluangkan waktu di tengah kesibukan sehari-hari menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, saat melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Limbo Makmur, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Jumat (23/10/2026).
Di hadapan masyarakat yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga setempat, Syarifudin menyampaikan apresiasi atas kesediaan mereka menghadiri pertemuan tersebut. Baginya, kehadiran warga bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan wakil yang telah mereka percayakan untuk duduk di lembaga legislatif provinsi.
Ia menyadari, di balik kehadiran warga, terdapat aktivitas sehari-hari yang harus mereka tinggalkan sejenak. Ada masyarakat yang biasanya bekerja di kebun, guru yang menjalankan tugas mengajar, hingga ibu rumah tangga yang sibuk menyiapkan kebutuhan keluarga.
“Terima kasih karena Bapak dan Ibu sudah mau meluangkan waktu untuk hadir di sini. Hari ini mungkin ada yang pergi ke kebun, ada guru yang mengajar, dan ada ibu-ibu yang memasak. Tetapi hari ini kita mau datang untuk bertemu dengan perwakilan kita di DPRD Provinsi,” ujar Syarifudin dalam sambutannya.
Bagi Syarifudin, pertemuan seperti itu memiliki makna tersendiri. Hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, menurut pesan yang disampaikannya, tidak semestinya berhenti setelah proses pemilihan selesai. Kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan kesediaan untuk kembali hadir, membangun silaturahmi, serta mendengarkan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Ia secara terbuka mengingatkan bahwa posisinya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tidak terlepas dari pilihan masyarakat. Dukungan warga menjadi bagian penting yang mengantarkannya menjalankan amanah di lembaga legislatif.
“Saya hadir di sini sebagai orang yang Bapak dan Ibu pilih sehingga saya bisa duduk di DPR. Kalau bukan karena Bapak dan Ibu, mungkin saya tidak duduk di DPR. Karena itu, menjadi kewajiban saya untuk datang menyapa, bersilaturahmi, sekaligus mendengarkan unek-unek Bapak dan Ibu sekalian,” katanya.
Pernyataan tersebut menempatkan Kundapil bukan semata-mata sebagai agenda kedewanan, tetapi juga sebagai ruang untuk menjaga hubungan antara masyarakat dan wakilnya. Melalui pertemuan langsung, warga memiliki kesempatan menyampaikan kebutuhan, masukan, maupun persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah.
Bagi masyarakat di daerah pemilihan, kesempatan bertemu dengan wakil rakyat menjadi salah satu jalur untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sementara bagi anggota legislatif, masukan tersebut dapat menjadi bahan untuk memahami kondisi masyarakat dan memperjuangkannya melalui mekanisme serta kewenangan DPRD.
Dalam konteks pembangunan Morowali, komunikasi semacam ini penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat di tingkat desa tetap mendapat perhatian. Pembangunan yang merata membutuhkan keterlibatan warga, koordinasi antarpemerintahan, serta tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan.
Syarifudin menekankan bahwa kehadiran wakil rakyat harus disertai kesediaan mendengar. Kepercayaan masyarakat bukan hanya tentang memberikan suara dalam pemilihan, tetapi juga amanah yang perlu dijaga melalui komunikasi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Kunjungan di Desa Limbo Makmur menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui silaturahmi dan dialog bersama warga, Syarifudin membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan mereka terhadap pembangunan daerah.
Baginya, perjuangan untuk kepentingan masyarakat perlu dimulai dengan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan warga. Aspirasi yang terkumpul selanjutnya perlu diperhatikan dan diperjuangkan melalui langkah yang sesuai dengan tugas serta kewenangan sebagai wakil rakyat.
Kehadiran di tengah masyarakat pun menjadi pengingat bahwa hubungan antara rakyat dan wakilnya tidak berhenti di bilik suara. Kepercayaan yang telah diberikan perlu dijawab dengan tanggung jawab, keterbukaan, dan kesediaan untuk terus mendengar demi mendorong pembangunan Morowali yang lebih baik dan merata.








