Operasi Keselamatan Tinombala 2026 Dimulai, Polda Sulteng Kerahkan 1.020 Personel di Seluruh Wilayah

/ Foto : Bidhumas Polda Sulteng

Soalparigi.ID – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) resmi memulai Operasi Keselamatan Tinombala 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini melibatkan 1.020 personel gabungan dari Polda dan jajaran Polres/Polresta.

Pembukaan operasi ditandai melalui Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, mewakili Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Endi Sutendi, pada Senin pagi (02/02/2026) di Lapangan Apel Polda Sulteng, Kota Palu.

Operasi keselamatan ini digelar untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Polda Sulteng menegaskan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan kondisi aman menjelang Operasi Ketupat 2026 dan momentum mudik Idul Fitri.

Apel tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah. Hadir mewakili Gubernur Sulteng yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr Farid Rifai.

Selain itu, hadir pula perwakilan DPRD Sulteng yaitu Wakil Ketua Komisi I Ir Elisa Bunga Allo, M.M.. Sejumlah unsur TNI dan kejaksaan juga ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah diwakili Wakajati I Imanuel Rudy Pailang, S.H., M.H.. Dari unsur TNI AL, Danlanal Palu diwakili Dandenpomal Mayor Laut (PM) Adanto Tri Satyono.

Sementara dari unsur TNI AD, Danpomdam XIII/2 Palu diwakili Dandenpom Letkol Cpm Muhamad Hadian. Apel gelar pasukan juga diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng.

Dalam amanat Kapolda Sulteng yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.”

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa operasi tidak hanya fokus pada penindakan pelanggaran, namun juga menitikberatkan upaya membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan patuh aturan lalu lintas.

“Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” demikian isi amanat Kapolda.

Polda Sulteng menilai operasi ini penting dilakukan lebih awal, mengingat aktivitas masyarakat mulai meningkat jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Mobilitas kendaraan biasanya bertambah di jalur-jalur utama, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta akses antarkabupaten.

Selain itu, kondisi cuaca dan faktor kelelahan pengendara juga kerap menjadi penyebab meningkatnya risiko kecelakaan. Karena itu, penguatan patroli dan pengawasan lalu lintas menjadi prioritas.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga menyoroti capaian Polda Sulteng dalam operasi sebelumnya, yakni Operasi Lilin Tinombala 2025. Keberhasilan itu disebut sebagai modal penting untuk meningkatkan kinerja pengamanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah Sulteng.

“Tercatat, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan dari 55 kejadian pada tahun 2024 menjadi 53 kejadian di tahun 2025 atau turun sebesar 3,63 persen,” ujar Wakapolda saat membacakan amanat Kapolda.

Tidak hanya itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga disebut mengalami penurunan cukup signifikan. Data Polda menunjukkan korban meninggal dunia turun dari 12 jiwa pada 2024 menjadi 5 jiwa pada 2025, atau berkurang 58,33 persen.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan, edukasi, dan penegakan hukum lalu lintas mulai memberikan hasil. Namun, Polda Sulteng menegaskan masih diperlukan kerja yang lebih kuat, terutama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Untuk Operasi Keselamatan Tinombala 2026, Polda Sulteng mengerahkan total 1.020 personel, terdiri dari 199 personel Polda Sulteng dan 821 personel Polres/Polresta jajaran.

Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis yang dinilai rawan pelanggaran, rawan kecelakaan, serta rawan kemacetan. Penempatan ini dilakukan berdasarkan pemetaan situasi lalu lintas dan potensi gangguan keamanan di lapangan.

Polda menegaskan operasi akan mengedepankan strategi pencegahan dan edukasi. Namun demikian, penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

“Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile,” tuturnya.

Penggunaan ETLE disebut menjadi langkah modernisasi penegakan hukum, sekaligus mendorong transparansi dan mengurangi potensi penyimpangan. Melalui sistem elektronik, pelanggaran terekam otomatis sehingga proses penindakan lebih objektif.

Dalam arahannya, Wakapolda juga menekankan aspek integritas dan profesionalitas seluruh personel. Ia meminta setiap petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menghindari tindakan yang dapat merusak citra institusi.

Personel ditekankan untuk tidak melakukan pungutan liar, serta menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Polda menegaskan operasi keselamatan harus menjadi ruang pelayanan publik, bukan ajang penyalahgunaan kewenangan.

Selain itu, patroli dan penjagaan diminta ditingkatkan pada jam-jam rawan, termasuk di jalur padat kendaraan, simpang-simpang strategis, dan kawasan yang sering terjadi pelanggaran lalu lintas.

Polda juga menginstruksikan agar petugas melakukan edukasi dan sosialisasi Kamseltibcarlantas secara intensif kepada masyarakat. Edukasi dilakukan agar masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan semata untuk menghindari sanksi, tetapi demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Kegiatan operasi juga mencakup ramp check bersama instansi terkait, terutama di lokasi strategis seperti luar terminal atau pool bus. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan umum laik jalan dan pengemudi dalam kondisi layak mengemudi.

Penegakan hukum lalu lintas juga akan dilakukan secara tegas namun tetap humanis. Polda meminta setiap tindakan dilakukan sesuai prosedur, tidak arogan, dan tetap mengutamakan pendekatan persuasif.

Menutup amanatnya, Wakapolda mengajak seluruh personel menjadikan Operasi Keselamatan Tinombala 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis. Jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan dan mampu menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkasnya.

Dengan dimulainya operasi ini, Polda Sulteng berharap angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dapat ditekan lebih jauh. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama, karena keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *