Sekda Parimo Dorong Hilirisasi Kelapa Lewat SIKIM

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan petani. Upaya tersebut difokuskan melalui optimalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Langkah strategis itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Kelapa Dalam dan Optimalisasi SIKIM yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda, pada pukul 15.00 WITA.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa keberadaan SIKIM harus mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi petani kelapa. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya bertujuan mengembangkan industri, tetapi juga memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Zulfinasran menekankan pentingnya pemanfaatan seluruh bagian kelapa dalam proses produksi industri. Ia meminta agar SIKIM tidak hanya membeli buah kelapa, tetapi juga memanfaatkan sabut, tempurung, hingga air kelapa sebagai bahan baku produk turunan.

“Kalau bisa, pihak SIKIM membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani kelapa,” ujar Sekda.

Menurutnya, pemanfaatan seluruh komponen kelapa akan meningkatkan nilai jual komoditas tersebut. Selama ini, sebagian besar petani hanya menjual buah kelapa, sementara bagian lainnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan hilirisasi yang terintegrasi, diharapkan potensi ekonomi dari setiap bagian kelapa dapat dimaksimalkan. Hal ini dinilai mampu menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi petani sekaligus memperkuat sektor industri berbasis komoditas lokal.

Selain fokus pada penguatan sektor industri, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menekankan pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal. Sekda menyampaikan bahwa operasional SIKIM akan melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja utama.

Dari kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang, sekitar 90 persen akan direkrut dari masyarakat lokal. Kebijakan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran di daerah.

Zulfinasran menilai keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain memberikan peluang kerja, langkah tersebut juga dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor industri pengolahan kelapa.

Ia menambahkan bahwa pengembangan SIKIM harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Keberadaan sentra industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara petani, pelaku usaha, dan tenaga kerja lokal.

Dalam rapat tersebut, turut dibahas kebutuhan bahan baku industri kelapa yang diperkirakan mencapai rata-rata 70 ribu butir kelapa per hari. Kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar tersebut menuntut kesiapan produksi dari para petani kelapa di Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk mendukung perencanaan tersebut, Sekda meminta dilakukan identifikasi secara detail terkait jumlah produksi kelapa petani setiap hari. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku industri tetap terjaga dan berkelanjutan.

Selain itu, identifikasi juga mencakup pemetaan harga kelapa yang berlaku di pasaran. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil produksi mereka.

Zulfinasran menegaskan bahwa keberhasilan program hilirisasi kelapa sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani. Kerja sama yang baik diharapkan mampu menciptakan sistem industri yang adil dan saling menguntungkan.

Ia juga menekankan bahwa hilirisasi komoditas kelapa merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Kabupaten Parigi Moutong dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sektor industri unggulan.

Melalui pengembangan hilirisasi, pemerintah daerah berharap komoditas kelapa tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Produk turunan kelapa seperti serat sabut, arang tempurung, hingga produk olahan air kelapa dinilai memiliki peluang pasar yang menjanjikan.

Pengembangan industri berbasis kelapa juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk daerah di tingkat nasional maupun internasional. Dengan pengelolaan yang baik, komoditas kelapa berpotensi menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menilai hilirisasi komoditas kelapa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani. Program ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Selain memberikan nilai tambah bagi petani, hilirisasi juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui pengembangan sektor industri dan perdagangan. Pemerintah daerah optimistis penguatan SIKIM dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan potensi komoditas kelapa secara maksimal.

Dengan perencanaan yang matang serta dukungan seluruh pihak terkait, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap program hilirisasi kelapa dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *