Operasi Pekat 2026, Polda Sulawesi Tengah Tertibkan Parkir Liar dan Geng Motor di Palu

/ Foto : Bidhumas Polda Sulteng

Soalparigi.ID – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar penindakan terhadap praktik parkir liar dan aktivitas geng motor dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) I Tinombala 2026 di sejumlah titik Kota Palu, Sabtu (21/2/2026) malam. Operasi dilakukan sebagai respons atas laporan warga terkait meningkatnya aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

Tim Satuan Tugas Operasi Pekat menyasar lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul kelompok pemuda hingga larut malam. Beberapa titik tersebut sebelumnya dilaporkan masyarakat sebagai area yang rawan aktivitas balap liar, parkir tanpa izin, serta potensi gangguan keamanan.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah melalui Kasubbid Penmas Reky menjelaskan operasi ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, kegiatan dilakukan melalui patroli mobile dan pemeriksaan langsung terhadap kelompok pemuda yang berkumpul di ruang publik pada malam hari. Pemeriksaan difokuskan pada identitas diri serta kelengkapan dokumen kendaraan.

Dalam operasi tersebut, petugas membubarkan sekelompok pemuda yang diduga terlibat aktivitas geng motor serta praktik parkir liar tanpa izin resmi. Sejumlah pemuda juga diamankan karena tidak dapat menunjukkan identitas saat pemeriksaan berlangsung.

“Beberapa pemuda diamankan untuk dilakukan pendataan karena tidak membawa identitas diri,” ujarnya.

Selain itu, aparat turut mengamankan sejumlah kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi dokumen resmi sesuai ketentuan. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke markas kepolisian untuk pemeriksaan lanjutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang digunakan dalam aktivitas pelanggaran hukum. Kepolisian juga melakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin guna mengantisipasi potensi kendaraan hasil tindak pidana.

Para pemuda yang diamankan dibawa ke Mapolda Sulawesi Tengah untuk menjalani proses pendataan dan pembinaan. Selain pemeriksaan administrasi, petugas juga memberikan imbauan agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Reky menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas geng motor dan parkir liar.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga edukasi kepada kelompok pemuda agar lebih memahami konsekuensi hukum dari tindakan yang dilakukan.

Menurutnya, aktivitas geng motor yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan konflik sosial serta kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kepolisian meningkatkan intensitas patroli terutama pada malam akhir pekan.

Operasi Pekat I Tinombala 2026 juga difokuskan pada pencegahan gangguan keamanan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Momentum tersebut biasanya diikuti peningkatan aktivitas masyarakat di ruang publik.

Kepolisian menilai stabilitas keamanan perlu dijaga melalui langkah preventif dan penegakan hukum secara terukur. Patroli rutin akan terus dilakukan di wilayah yang dianggap rawan.

Selain itu, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Informasi dari masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga situasi keamanan.

Reky menyebut partisipasi masyarakat membantu aparat dalam memetakan lokasi rawan gangguan ketertiban. Dengan koordinasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat ditekan lebih awal.

Kepolisian juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari. Pengawasan keluarga dinilai menjadi bagian dari upaya pencegahan keterlibatan remaja dalam aktivitas berisiko.

Operasi Pekat Tinombala akan terus dilaksanakan secara berkala selama periode operasi berlangsung. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil penindakan serta laporan masyarakat di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Polda Sulawesi Tengah berharap situasi keamanan di Kota Palu tetap kondusif, khususnya selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Jika pengawasan dan patroli berjalan konsisten, kepolisian menilai potensi gangguan keamanan akibat aktivitas geng motor dan parkir liar dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *