Bupati Parigi Moutong Apresiasi Halal Bihalal dan Lebaran Ketupat di Bantaya, Soroti Peran Pemuda dan Ancaman Narkoba

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID – Perayaan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Lebaran Ketupat di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, menjadi ruang penguatan tradisi sekaligus konsolidasi sosial masyarakat. Kegiatan yang digagas komunitas pemuda setempat ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Parigi Moutong Erwin Burase.

Dalam kegiatan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, Bupati menilai peran pemuda sebagai faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Kegiatan yang diinisiasi Pemuda Tugu Perdamaian Kelurahan Bantaya ini mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan pers. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan bahwa tradisi lokal masih menjadi perekat sosial yang efektif di tingkat masyarakat.

Halal bihalal, menurut Bupati, memiliki nilai strategis sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial pasca-Idulfitri. Sementara perayaan Lebaran Ketupat mencerminkan nilai kesederhanaan, rasa syukur, serta kebersamaan yang telah lama mengakar, khususnya di kalangan masyarakat Gorontalo yang bermukim di Bantaya.

Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, tradisi harus mampu menjadi media penguatan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan solidaritas sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi daerah, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan bahwa Parigi Moutong termasuk wilayah yang rawan terhadap peredaran narkotika.

“Kita semua punya tanggung jawab memutus mata rantai peredaran narkoba. Generasi muda harus berani mengatakan tidak,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting di tengah tingginya kekhawatiran terhadap dampak narkoba pada generasi muda. Bupati mengajak seluruh pihak, termasuk keluarga dan tokoh masyarakat, untuk aktif dalam upaya pencegahan.

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran lingkungan sosial, organisasi kepemudaan, serta komunitas menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat.

Pengamat sosial menilai bahwa pendekatan berbasis budaya dan tradisi dapat menjadi strategi efektif dalam menangkal pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. Kegiatan kolektif seperti halal bihalal dan lebaran ketupat dinilai mampu memperkuat ikatan sosial sekaligus memberikan ruang aktivitas positif bagi pemuda.

Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Interaksi lintas kelompok dalam suasana yang inklusif menjadi indikator terjaganya harmoni sosial di daerah tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat meriah namun tetap tertib. Warga berbaur tanpa sekat, saling berinteraksi, dan menikmati rangkaian acara yang disiapkan panitia.

Bupati berharap momentum ini dapat terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun daerah. Tradisi yang hidup dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, keberlanjutan kegiatan seperti ini juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai dinamika zaman.

Menutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan, sekaligus menjadikan momentum Idulfitri sebagai awal memperkuat hubungan sosial.

Perayaan Halal Bihalal dan Lebaran Ketupat di Bantaya ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga menunjukkan bagaimana tradisi dapat berperan dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *