Soalparigi.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, mulai berdampak pada aktivitas lalu lintas. Kabut asap tebal dilaporkan menyelimuti ruas Jalan Trans Sulawesi dan mengganggu jarak pandang pengendara, Senin (2/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan asap berwarna keabu-abuan menggantung rendah di atas badan jalan, menyebabkan jarak pandang menurun drastis. Kondisi ini memaksa sejumlah pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memperlambat laju kendaraan, bahkan ada yang memilih berhenti sementara di bahu jalan.
Selain mengganggu penglihatan, kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi bahaya lain. Kabel listrik dan pepohonan di sepanjang jalan tampak samar akibat tertutup asap, sementara vegetasi di sekitar lokasi terlihat mengering karena musim kemarau.
Salah seorang pengendara, Eva Musdalifa, menyebutkan bahwa kondisi tersebut sangat berisiko, terutama pada sore hari saat asap masih pekat.
“Masih terpantau titik api di bagian puncak. Petugas sudah tidak bisa naik karena kondisi jalur sangat terjal,” ujarnya.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran melaporkan bahwa api masih terus merembet dengan skala cukup besar, sehingga penanganan di lapangan menghadapi kendala akses.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif di sekitar lokasi untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran serta dampak asap terhadap wilayah lain dan jalur lalu lintas.
Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan kendaraan, serta menggunakan perlengkapan keselamatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang.






