Soalparigi.id – Ribuan warga memadati arena Turnamen Bola Voli Peradah Cup Parigi Moutong 2026 yang digelar di SMA Saraswati Tolai, Kecamatan Torue, di tengah suasana libur Hari Raya Galungan hingga Kuningan. Antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai desa menjadikan turnamen ini tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat Hindu.
Sorak sorai penonton terus menggema sepanjang pertandingan berlangsung. Anak-anak, remaja, hingga orang tua memenuhi sisi lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka. Kehangatan suasana itu menjadi gambaran kuat bahwa olahraga masih menjadi ruang yang mampu menyatukan masyarakat lintas generasi.
Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Parigi Moutong, I Made Ram Yudistira, S.Pd., M.Pd., mengatakan Peradah Cup merupakan inisiatif pemuda Hindu sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus menjaring bibit-bibit atlet bola voli potensial di kalangan generasi muda.
“Kegiatan Peradah Cup ini adalah sebuah kegiatan yang di mana kita bersilaturahmi pada Hari Raya Galungan sampai Kuningan, sekaligus untuk melihat dan mencari bibit-bibit potensial umat Hindu, khususnya pemuda, dalam dunia voli,” ujarnya saat ditemui di lokasi pertandingan, Minggu (28/6/26).
Turnamen tersebut diikuti 23 tim yang terdiri atas 15 tim putra dan delapan tim putri. Selama kompetisi berlangsung, masyarakat terus memadati arena pertandingan hingga malam hari, menciptakan atmosfer yang meriah sekaligus menjadi hiburan bagi warga sekitar.
Selain menghadirkan pertandingan yang kompetitif, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan lainnya menikmati meningkatnya jumlah pembeli seiring ramainya penonton yang hadir.
Made Ram menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen, mulai dari Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), para pengempon, Parisada, tokoh masyarakat, panitia, hingga seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi.
Menurutnya, Peradah Cup dirancang sebagai agenda berkelanjutan karena memperebutkan piala bergilir. Ke depan, organisasi tersebut berkomitmen menghadirkan lebih banyak kegiatan yang menyentuh bidang olahraga, seni, dan keagamaan.
“Kami sebagai anak muda tentunya ingin membuat banyak kegiatan, baik di bidang seni, olahraga, maupun keagamaan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut. Oleh karena itu, kami memohon dukungan seluruh stakeholder, khususnya umat Hindu, agar bersama-sama menyukseskan program-program yang akan kami laksanakan ke depan,” katanya.
Keberhasilan Peradah Cup 2026 menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian pemuda mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta membangun harapan lahirnya atlet-atlet voli muda yang akan mengharumkan nama Parigi Moutong pada masa mendatang.






