Soalparigi.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) untuk memperkuat strategi percepatan swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di daerah.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang dipimpin Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Tim Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Fakultas Pertanian Untad di Ruang Kerja Bupati, Kamis (23/7/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan Kabupaten Parigi Moutong.
Audiensi tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Adrudin, Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong Irwan, Plt. Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Fakultas Pertanian Untad yang terdiri atas Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Moh. Hibban Toana, M.Si., Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si., dosen Abdul Rahim dan Fadliah, M.M.P., serta sejumlah akademisi dari berbagai bidang keahlian.
Tim Untad menawarkan dukungan akademik dan teknis untuk membantu pemerintah daerah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan.
Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Untad, Prof. Dr. Ir. Abd. Hadid, M.Si., mengatakan pihaknya memiliki sumber daya manusia dengan keahlian yang cukup lengkap, mulai dari budidaya tanaman, ilmu tanah, hama dan penyakit tanaman hingga pengolahan hasil pertanian.
Menurutnya, Untad saat ini tengah mendorong program pengabdian kepada masyarakat selama tiga tahun di sejumlah kabupaten di sekitar Kota Palu, termasuk Parigi Moutong.
“ Kampus harus mampu memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui keahlian yang dimiliki para dosen. Karena itu, kami mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra,” ujar Prof. Abdul Hadid.
Penyusunan RAD tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi menjadi dasar pelaksanaan program yang sesuai dengan potensi dan persoalan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong.
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, menyampaikan sejumlah persoalan strategis yang membutuhkan dukungan riset dan pendampingan akademisi. Salah satunya adalah penyakit bangkalan pada tanaman durian yang masih menjadi kendala bagi petani di sejumlah wilayah.
Ia berharap penelitian terhadap persoalan tersebut dilakukan secara berkelanjutan sehingga penyebabnya dapat diidentifikasi secara ilmiah dan solusi yang dihasilkan dapat diterapkan secara luas.
Selain sektor durian, pemerintah daerah juga menyoroti rendahnya produktivitas pertanian di sejumlah wilayah serta perlunya pengembangan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, dan durian.
Hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memiliki peluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui pengolahan dan pengembangan produk.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga membuka peluang kerja sama dengan Untad dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya untuk mendukung penelitian, inovasi teknologi, serta akses terhadap dukungan pendanaan.
Dosen Fakultas Pertanian Untad, Abdul Rahim, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program pemerintah daerah, mulai dari sektor budidaya hingga pengolahan hasil pertanian.
Ia mengatakan Fakultas Pertanian Untad memiliki pengalaman dalam pendampingan pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian, termasuk pengolahan durian dan pendampingan sertifikasi produk untuk kebutuhan ekspor.
“Kami memiliki tenaga ahli mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil pertanian. Apabila ada program Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang dapat dikolaborasikan, kami siap mendukung dengan teknologi dan pendampingan yang kami miliki,” ujarnya.
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki kapasitas keilmuan dan sumber daya manusia.
Ia berharap kerja sama dengan Fakultas Pertanian Untad segera diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh petani.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah,” kata Bupati.
Kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian Parigi Moutong. Dengan dukungan riset yang berkelanjutan, pendampingan teknologi, dan kebijakan yang berbasis data, pengembangan komoditas unggulan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.








