Sulawesi Tengah dan Sichuan Perkuat Kolaborasi Investasi, Hilirisasi, serta Pengembangan SDM

/ Foto : Adpim Pemprov Sulteng

Soalparigi.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperluas kerja sama internasional dengan menjajaki kemitraan strategis bersama Pemerintah Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok. Fokus kerja sama meliputi peningkatan investasi, hilirisasi industri, perdagangan, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., saat memimpin delegasi pemerintah daerah dalam pertemuan resmi bersama Deputi Gubernur Provinsi Sichuan sekaligus Anggota Utama Grup Partai Pemerintah Provinsi Sichuan, Mr. Zhang Dong Yun, di Kota Chengdu. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kedua daerah sekaligus memperluas peluang investasi bagi Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sichuan. Menurutnya, Sichuan memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendorong pengembangan investasi, hilirisasi industri, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama kedua wilayah telah menghasilkan perkembangan positif. Salah satunya melalui Chengdu Land Port Hub dan Sichuan Henghui yang telah mengimpor durian beku asal Indonesia. Kerja sama itu kemudian berlanjut dengan penandatanganan kontrak pembelian durian Indonesia senilai lebih dari 50 juta Yuan Renminbi (RMB). Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi kuat untuk memperluas kolaborasi ekonomi di berbagai sektor lainnya.

Untuk memperkuat hubungan tersebut, Gubernur menawarkan tujuh bidang kerja sama utama, yaitu pengembangan hilirisasi industri durian, peningkatan perdagangan komoditas unggulan, hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta penguatan kemitraan jangka panjang antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset.

Selain itu, Gubernur Anwar Hafid mengajak Pemerintah Provinsi Sichuan beserta kalangan dunia usaha untuk berinvestasi di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, penyediaan kawasan industri, serta berbagai bentuk dukungan bagi investor.

“Investasi tidak hanya berbicara mengenai penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, mendorong transfer teknologi, membuka lapangan pekerjaan, dan menghadirkan kesejahteraan bersama. Karena itu, kami mengajak Pemerintah Provinsi Sichuan menjadi mitra strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Tengah Gufran Ahmad, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Ahmad Alfian, Ketua APDURIN Hengky Idrus, Kepala Bappeda Sulawesi Tengah Arfan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ricard Arnaldo, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dodot Tinarso, Ketua KADIN Kabupaten Parigi Moutong Faradiba Zaenong selaku Person in Charge (PIC) Delegasi Sulawesi Tengah, serta Sekretaris Jenderal APDURIN Indonesia Aditya Pradewo.

Sementara itu, delegasi Pemerintah Provinsi Sichuan dipimpin langsung oleh Mr. Zhang Dong Yun bersama jajaran Komite Partai dan Pemerintah Provinsi Sichuan yang membidangi investasi, perdagangan, kerja sama internasional, dan pembangunan ekonomi. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan keseriusan Sichuan dalam memperkuat hubungan kemitraan dengan Sulawesi Tengah.

Melalui pertemuan ini, hubungan antara Sulawesi Tengah dan Provinsi Sichuan memasuki fase kerja sama yang semakin erat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid terus mendorong kolaborasi internasional sebagai upaya memperkuat investasi, mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan alih teknologi, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia bagian timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *