Soalparigi.ID – Di usia 16 tahun, Eka Aprilia Pratiwi belum banyak mengenal gemerlap panggung besar. Hari-harinya masih diisi dengan aktivitas sebagai siswi kelas XI SMA Negeri 1 Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Namun, di balik kesederhanaan itu, tersimpan suara yang kini mengantarkannya mewakili Sulawesi Tengah pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Perjalanan Eka menuju tingkat nasional bukanlah keberhasilan yang datang dalam semalam. Pada April 2026, ia terlebih dahulu meraih Juara I Menyanyi Solo Putri FLS3N tingkat Kabupaten Parigi Moutong. Prestasi itu menjadi tiket menuju kompetisi tingkat provinsi.
Di panggung FLS3N Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar pada 29 Juli 2026, Eka kembali menunjukkan kualitas vokalnya. Ia memadukan kekayaan budaya daerah melalui lagu “Randa Ntovea” dengan sentuhan musikal modern lewat “Sang Dewi” versi Lyodra. Penampilannya berhasil memikat dewan juri dan mengantarkannya menjadi Juara I.
Kemenangan tersebut memastikan Eka menjadi wakil Sulawesi Tengah pada FLS3N tingkat Nasional yang akan berlangsung sekitar satu bulan mendatang.
Bagi masyarakat Sausu, pencapaian Eka bukan sekadar kemenangan dalam sebuah lomba. Ia menjadi bukti bahwa talenta dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar di tingkat nasional ketika diberi ruang, pembinaan, dan semangat untuk terus berkembang.
Pilihan Eka membawakan lagu daerah “Randa Ntovea” juga menjadi simbol bahwa seni tradisi dapat berdiri sejajar dengan karya-karya populer di panggung kompetisi. Sementara lagu “Sang Dewi” versi Lyodra memperlihatkan kemampuannya mengolah teknik vokal sekaligus menghadirkan penghayatan yang kuat.
Guru pendamping Eka, Bayu Suryanto, kepada media ini (30/07/26). Menyampaikan apresiasi atas pencapaian anak didiknya tersebut. Namun, menurutnya, keberhasilan di tingkat provinsi bukanlah akhir dari perjuangan.
“Pesan saya agar April jangan dulu berpuas diri. Kita masih perlu banyak evaluasi dan pembenahan dalam menyongsong tingkat nasional,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, waktu sekitar satu bulan menjelang kompetisi nasional akan dimanfaatkan untuk mematangkan penampilan, mulai dari teknik vokal, penghayatan lagu, hingga kesiapan mental di atas panggung. Ia berharap Eka mampu tampil maksimal sekaligus membawa nama baik Sulawesi Tengah di tingkat nasional.
Dari sebuah sekolah di Kecamatan Sausu ujung perbatasan kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, suara itu kini akan bergema di panggung nasional. Bersama Eka Aprilia Pratiwi, harapan masyarakat Sulawesi Tengah ikut melangkah. Perjalanan ini bukan sekadar tentang meraih gelar juara, tetapi juga membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing dan menginspirasi Indonesia melalui bakat, kerja keras, dan dedikasi.








