Maulid Nabi dan Milad ke-7 Abnaul Chairaat Jadi Momentum Penguatan Generasi Berakhlak

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-7 Pondok Pesantren Abnaul Chairaat menjadi momentum memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, religius, berkarakter dan berakhlak mulia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Sabtu (5/9/2026). Mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, menghadiri kegiatan tersebut.

Turut hadir Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Parigi Moutong Hj. Marwa Mahdang, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Marzuk Hululo, perwakilan MUI, Ketua PBHBI, Forum Komunikasi Umat Beragama, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Forum Pemuda Kaili, para habib, ustaz dan ustazah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para santri dan santriwati.

Peringatan tersebut menghadirkan penceramah Habib Salim bin Muhdor Al-Habsy dari Hadramaut, Yaman. Dalam sambutan Bupati Parigi Moutong yang dibacakan Asisten I Adrudin Nur, disampaikan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan dan akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan momentum untuk kembali mengenang perjalanan hidup, perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Sekaligus menjadi sarana untuk melakukan introspeksi sejauh mana kita mengamalkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I.

Selain peringatan Maulid Nabi, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan Pondok Pesantren Abnaul Chairaat yang telah memasuki usia ke-7. Menurutnya, perjalanan tersebut tidak terlepas dari perjuangan, pengabdian, kerja keras dan dukungan berbagai pihak, mulai dari pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, orang tua santri hingga masyarakat.

Bupati berharap Pondok Pesantren Abnaul Chairaat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang religius, berkarakter, berilmu, mandiri dan memiliki daya saing.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, generasi muda menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, kemajuan teknologi dan media sosial diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia, bukan menjadi sumber persoalan sosial maupun kemerosotan moral.

Atas dasar itu, Bupati mengajak para orang tua, pendidik, ulama dan tokoh masyarakat memberikan perhatian serius terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda. Kepada para santri dan santriwati, ia berpesan agar terus menuntut ilmu, memperkuat ibadah, menjaga pergaulan serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadilah generasi yang memiliki ilmu dengan tetap rendah hati, memiliki cita-cita yang tinggi dengan tetap menjunjung nilai agama, serta memiliki kemampuan menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan akhlak mulia,” pesannya.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan terus membangun sinergi dengan para ulama, pondok pesantren, lembaga pendidikan agama dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Pondok pesantren juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, karakter dan akhlak mulia.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Abnaul Chairaat sekaligus panitia kegiatan, Ustad Musran Taher, S.Pd.I., menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh tamu undangan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke-7 Pondok Pesantren Abnaul Chairaat.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh pihak sekaligus semakin mempererat tali silaturahmi antara pondok pesantren, pemerintah dan masyarakat.

“Semoga pertemuan kita ini membawa banyak keberkahan bagi kita semua dan menjadi amal yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Habib Salim bin Muhdor Al-Habsy dari Hadramaut, Yaman. Tausiah tersebut diharapkan memberikan siraman rohani sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Milad ke-7 Pondok Pesantren Abnaul Chairaat berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *