Bupati Erwin Burase Kembali Turun Lapangan Pantau Penanganan Karhutla di Desa Avolua

/ Foto : Diskominfo Parimo

Soalparigi.ID – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, kembali turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu (7/2/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan upaya pemadaman berjalan optimal serta dampak kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Erwin Burase didampingi Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong Zulfinasran, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait, Danramil 08/Parigi Kapten Inf Putu Supaya, Pasi Ops Dim 1306/KP Kapten Arh. W. Hesky Amas, serta Camat Parigi Utara Muhtar Putia. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan TNI ini menunjukkan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dan lintas sektor.

Bupati Erwin Burase menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan kali berikutnya dilakukan guna memastikan kondisi di lapangan terus terkendali. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin penanganan karhutla hanya dilakukan dari balik meja, tetapi harus dipastikan secara langsung agar langkah-langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selain melihat langsung kondisi titik-titik kebakaran, Bupati juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pemadaman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan peralatan pemadaman manual yang sangat dibutuhkan di wilayah dengan akses terbatas. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengecek 20 unit knapsack sprayer atau tangki semprot gendong yang baru saja diturunkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.

Menurut Bupati, penambahan peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman di lapangan, terutama pada area yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Ia menilai peran petugas lapangan dan relawan sangat penting, sehingga perlu didukung dengan peralatan yang memadai agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif dan aman.

Bupati Erwin Burase juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat, baik pemerintah daerah, TNI, aparat kecamatan dan desa, hingga masyarakat, untuk terus memperkuat kerja sama. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan semua pihak secara simultan.

Ia mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kelestarian sumber daya alam. Oleh karena itu, upaya pencegahan dinilai sama pentingnya dengan upaya pemadaman yang sedang dilakukan saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta lebih berhati-hati dalam beraktivitas di area hutan dan perkebunan.

Bupati menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap wilayah-wilayah yang rawan karhutla. Selain itu, langkah-langkah mitigasi juga akan diperkuat, termasuk peningkatan kesiapsiagaan aparatur desa dan relawan, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, yang turut mendampingi peninjauan tersebut, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk melindungi masyarakat dari dampak bencana. Ia menilai kehadiran langsung pimpinan daerah di lokasi kebakaran menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada keselamatan warga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menyampaikan bahwa koordinasi antarperangkat daerah terus dilakukan secara intensif. Menurutnya, seluruh OPD terkait telah diarahkan untuk mendukung penanganan karhutla sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, baik dari sisi teknis pemadaman, logistik, hingga dukungan administrasi.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menilai bahwa penanganan karhutla di Desa Avolua harus dilakukan secara berkelanjutan hingga situasi benar-benar aman. Oleh karena itu, pemantauan akan terus dilakukan, termasuk kesiapan personel dan peralatan di lapangan, guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada upaya pemulihan lingkungan pascakebakaran. Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa langkah rehabilitasi dan pencegahan jangka panjang akan menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah daerah ke depan, agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, setiap langkah penanganan karhutla akan selalu mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar area terdampak.

Dengan keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga masyarakat, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis penanganan karhutla di Desa Avolua dapat segera tertangani dengan baik. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan diharapkan mampu meningkatkan semangat dan sinergi seluruh pihak dalam menghadapi bencana tersebut.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi darurat. Penanganan karhutla tidak hanya dipandang sebagai kewajiban pemerintah, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama demi menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan hidup di wilayah Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *