Soalparigi.ID — Upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau kembali dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Parigi Moutong. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), Polres Parigi Moutong menyalurkan ratusan kilogram beras kepada warga di Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Rabu (21/04/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan beras dengan harga di bawah pasaran. Antusiasme warga terlihat tinggi, mencerminkan kebutuhan riil masyarakat terhadap bahan pokok yang stabil dan terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polres Parigi Moutong dengan Perum Bulog sebagai penyedia pasokan beras. Sinergi ini dinilai penting dalam memastikan distribusi bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara langsung tanpa melalui rantai distribusi panjang.
Sebanyak 300 kilogram beras atau setara 60 sak disalurkan dalam kegiatan tersebut. Meski jumlahnya terbatas, distribusi berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti, menunjukkan pengelolaan kegiatan yang cukup terorganisir.
Kasat Binmas Polres Parigi Moutong, Zulkufran, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada kebutuhan sosial masyarakat.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti beras yang menjadi komoditas utama.
Ia menegaskan bahwa keterjangkauan harga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pasar, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari program tersebut tanpa harus terbebani biaya tinggi.
Lebih jauh, Zulkufran menjelaskan bahwa kerja sama dengan Perum Bulog menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Kolaborasi ini memungkinkan distribusi dilakukan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Program seperti ini juga dinilai memiliki dampak ganda, tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam mengendalikan harga pasar. Dengan adanya intervensi melalui penjualan beras murah, tekanan kenaikan harga dapat ditekan.
Namun demikian, keterbatasan jumlah pasokan menjadi tantangan tersendiri. Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap program serupa masih cukup besar dan memerlukan perluasan cakupan di masa mendatang.
Polres Parigi Moutong berharap kegiatan ini dapat menjadi model yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat insidental. Dengan pelaksanaan rutin, program ini berpotensi menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Di sisi lain, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan sosial seperti ini juga memperkuat hubungan antara institusi negara dan masyarakat. Pendekatan yang lebih humanis dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Polri.
Ke depan, diperlukan sinergi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku distribusi pangan lainnya, agar program Gerakan Pangan Murah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dengan volume yang lebih besar.
Pada akhirnya, keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi langsung di sektor pangan masih menjadi solusi efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan penguatan kolaborasi dan konsistensi pelaksanaan, program serupa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.






