Soalparigi.ID — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dan Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai memformalkan arah kerja sama lintas sektor sebagai strategi mempercepat pembangunan daerah. Kesepahaman ini mengemuka dalam audiensi yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Keduanya sepakat bahwa kolaborasi antar daerah menjadi solusi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di tengah keterbatasan fiskal.
Kerja sama ini tidak sekadar simbolis, melainkan diarahkan pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ada tiga sektor utama yang menjadi fokus, yakni pertanian, peternakan, dan pendidikan.
Di sektor pertanian, kedua daerah melihat peluang besar pada pengembangan komoditas unggulan seperti durian dan kelapa. Tidak hanya pada produksi, kerja sama juga diarahkan pada hilirisasi agar nilai tambah produk dapat meningkat, termasuk membuka akses pasar yang lebih luas hingga ekspor.
Langkah ini dinilai penting mengingat selama ini sebagian besar komoditas masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan hilirisasi, daerah diharapkan mampu memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
Selain pertanian, sektor peternakan juga menjadi prioritas, khususnya pengembangan komoditas ayam secara terintegrasi. Model ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di kedua wilayah.
“Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat produksi, tetapi juga membuka peluang pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erwin Burase.
Sementara itu, di bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi pelajar asal Parigi Moutong. Pemerintah daerah berencana menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi di Gorontalo.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Parigi Moutong juga merencanakan pembangunan asrama mahasiswa. Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan mahasiswa sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pendidikan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas ekonomi antar wilayah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan sektor unggulan, sekaligus menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
“Kerja sama antar daerah menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Usai audiensi, Bupati Parigi Moutong melanjutkan agenda dengan meninjau lokasi rencana pembangunan asrama mahasiswa di Gorontalo. Tiga titik lokasi telah disurvei sebagai alternatif, yang akan dikaji lebih lanjut dari sisi kelayakan dan aksesibilitas.
Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari lokasi strategis, kedekatan dengan kampus, hingga keamanan dan kenyamanan bagi mahasiswa. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan ini dapat segera direalisasikan setelah penetapan lokasi.
Kedua pihak sepakat bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis antar organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, kesepakatan akan dituangkan dalam perjanjian resmi sebagai dasar pelaksanaan program.
Langkah ini menandai pergeseran pendekatan kerja sama antar daerah dari sekadar wacana menjadi implementasi konkret yang terukur.
Dalam konteks pembangunan regional, kolaborasi Parigi Moutong dan Gorontalo mencerminkan upaya memanfaatkan kedekatan geografis sebagai kekuatan ekonomi. Sinergi ini memungkinkan pertukaran potensi dan sumber daya yang saling melengkapi.
Namun, keberhasilan kerja sama ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan koordinasi lintas sektor. Tanpa pengawalan yang kuat, potensi kerja sama berisiko tidak memberikan dampak optimal.
Karena itu, kedua pemerintah daerah menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program yang telah dirancang. Monitoring dan evaluasi juga diperlukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kerja sama ini berpotensi menjadi model kolaborasi antar daerah yang efektif, khususnya dalam pengembangan sektor unggulan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antar wilayah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Parigi Moutong dan Gorontalo.






