Sambut Hardiknas 2026, Disdikbud Parigi Moutong Gelar Jalan Santai dan Dorong Digitalisasi Pendidikan

/ Foto : Disdikbud Parigi Moutong

Soalparigi.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong mengawali peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan kegiatan jalan santai yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur pendidikan, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati ini diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, hingga siswa dari berbagai satuan pendidikan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan, menjadikan momentum ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga ruang interaksi lintas elemen pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi pendidikan di tengah perkembangan zaman. Ia mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjaga semangat dalam meraih prestasi.

“Pendidikan harus terus beradaptasi dan berkembang agar mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah peluncuran sistem penerimaan siswa baru berbasis online. Program ini dijadwalkan diluncurkan pada puncak peringatan Hardiknas, 2 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya digitalisasi layanan pendidikan di daerah.

Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemudahan akses bagi masyarakat dalam proses penerimaan peserta didik baru. Selain itu, sistem ini juga dinilai dapat meminimalisasi potensi kendala administratif yang selama ini kerap terjadi.

Jalan santai ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hardiknas yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Selain aspek edukatif, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pola hidup sehat di kalangan tenaga pendidik dan siswa. Interaksi yang terbangun selama kegiatan dinilai mampu mempererat kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat komunikasi antara pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari guru, siswa, hingga pemerintah daerah. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mendorong perubahan positif di sektor pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan senam bersama dan pengundian doorprize yang menambah semarak suasana. Meski bersifat hiburan, kegiatan ini tetap memiliki nilai strategis dalam membangun solidaritas dan semangat kolektif.

Namun, di balik kemeriahan kegiatan, tantangan pendidikan di daerah tetap menjadi perhatian. Digitalisasi layanan, peningkatan kualitas guru, hingga pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan secara bertahap.

Karena itu, peringatan Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum evaluasi terhadap capaian dan kekurangan dalam sektor pendidikan.

Dengan adanya inisiatif digitalisasi dan penguatan kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong diharapkan mampu mendorong sistem pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Jika konsistensi program dapat dijaga, langkah ini berpotensi mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan layanan yang lebih modern, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *