Soalparigi.ID – Kebakaran lahan perkebunan di Dusun III, Desa Tuladenggi Sibatang, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, menghanguskan sekitar 14 hektare lahan milik tujuh warga, Jumat (30/10/2026). Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp116.300.000.
Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa, sedangkan sebagian lainnya berupa lahan kosong dan lokasi empang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi hingga Jumat pukul 17.10 Wita, petugas gabungan bersama masyarakat masih melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale, S.H., menjelaskan bahwa informasi awal kebakaran diterima pemerintah desa pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, Imam Desa Tuladenggi Sibatang, Hairil, melaporkan kebakaran di salah satu perkebunan warga kepada Kepala Desa Tuladenggi Sibatang, Thamrin Hasan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, kepala desa memerintahkan Kepala Dusun I bersama masyarakat untuk memeriksa lokasi. Sekitar pukul 22.00 Wita, masyarakat melaporkan bahwa api telah berhasil dipadamkan.
Namun, pada Jumat sekitar pukul 05.00 Wita, pemilik lahan kembali melaporkan bahwa kobaran api semakin meluas. Kepala desa kemudian turun langsung ke lokasi dan menyampaikan laporan melalui grup komunikasi penanganan kebakaran BPBD untuk mengoordinasikan bantuan lintas instansi.
Upaya pemadaman dimulai pukul 09.00 Wita dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Moutong. Sekitar pukul 13.00 Wita, dua unit truk pemadam kebakaran dari Yon TP 918/MM bersama 20 personel tiba untuk membantu penanganan.
Pada waktu bersamaan, BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki air dan tujuh personel untuk memperkuat upaya pemadaman. Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 80 warga, empat personel Polri, 20 personel Yon TP 918/MM, tiga personel Damkar Kecamatan Moutong, serta tujuh personel BPBD.
Berdasarkan pendataan sementara, lahan yang terdampak meliputi milik Idlin sekitar satu hektare, Burhanudin lima hektare, Aguslin dua hektare, H. Aco satu hektare, Mustam dua hektare, Ramadan satu hektare, dan Dahwa dua hektare.
Dari hasil analisis awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran rumput di lahan milik salah seorang warga pada Kamis sekitar pukul 17.00 Wita. Api kemudian merambat ke perkebunan yang berada di sekitarnya.
Kondisi vegetasi berupa daun kelapa kering, rumput, dan semak belukar diduga mempercepat penyebaran api. Sementara itu, lokasi kebakaran berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga sehingga pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area lain.
Kapolsek Moutong AKP Felix Alfons Saudale mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat cuaca kering. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Polsek Moutong akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan sosialisasi serta upaya pencegahan karhutla.
Polri mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, serta melindungi keselamatan dan sumber penghidupan warga.








