Soalparigi.ID – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,02 miliar untuk pengadaan alat permainan edukatif (APE) bagi 37 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 2026. Alokasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., dalam pembukaan Gebyar PAUD di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (31/10/2026).
Sunarti menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari APBD sebesar Rp900 juta dan tambahan Rp120 juta melalui perubahan APBD. Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk pengadaan alat permainan edukatif mencapai Rp1.020.000.000.
Ia menyebut pengadaan tersebut menjadi salah satu dari 10 paket strategis yang berada di bawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sunarti juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan DPRD Parigi Moutong atas dukungan anggaran untuk peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Dalam laporannya, Sunarti menjelaskan bahwa Gebyar PAUD merupakan salah satu kegiatan unggulan dalam pendidikan anak usia dini. Kegiatan tersebut sempat tidak dilaksanakan pada 2025 akibat kebijakan efisiensi anggaran, sebelum kembali digelar pada 2026 melalui kolaborasi bersama Bunda PAUD.
“Kenapa kegiatan ini menjadi kegiatan unggulan Pak Bupati dan semua, kegiatan ini kelihatan menghabiskan anggaran. Tetapi yang tersirat dalam kegiatan ini sangat luar biasa karena ini menjadi sarana kita untuk mengeksplor kemampuan anak, talenta, kemudian kreativitasnya, bakat dan minatnya, semua akan tereksplor di kegiatan ini, dari seluruh kecamatan,” ujarnya.
Menurut Sunarti, Gebyar PAUD tidak hanya menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, bakat, dan minat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan mutu serta kualitas tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut diikuti 320 anak PAUD dari seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Selain pengadaan alat permainan edukatif, Sunarti turut melaporkan perkembangan program revitalisasi PAUD. Pada 2025, Parigi Moutong hanya memperoleh bantuan revitalisasi untuk dua sekolah, sedangkan pada 2026 jumlah penerima meningkat menjadi 45 lembaga PAUD.
“Alhamdulillah. Semoga tahun depan lebih banyak lagi sehingga lembaga kita yang ratusan akan mencapai 50 bahkan lebih dari setengahnya mendapat program revitalisasinya Pak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Pada akhir laporannya, Sunarti menyampaikan apresiasi kepada Bupati Parigi Moutong, Ketua DPRD, dan seluruh undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut kehadiran para pimpinan daerah menjadi penyemangat bagi peserta didik dan anak-anak PAUD.








