Soalparigi.ID — Ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Siranindi, Kota Palu, Minggu (19/04/2026), untuk mengikuti kegiatan Fun Walk dan Fun Bike Sulteng Nambaso. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong perubahan pola hidup masyarakat.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara langsung melepas peserta didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. Sejak pagi, peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, dan interaksi sosial dalam satu momentum terbuka.
Kehadiran ribuan peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis olahraga massal. Tidak hanya menjadi ajang rekreasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi lintas daerah yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana santai dan inklusif.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa Fun Walk dan Fun Bike tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda tahunan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara preventif.
Menurutnya, pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah meningkatnya tantangan kesehatan. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berupaya menghadirkan pola edukasi yang lebih sederhana, namun efektif menjangkau masyarakat luas.
Ia mengaitkan kegiatan tersebut dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni “Berani Sehat”, yang menitikberatkan pada pembentukan gaya hidup sehat berbasis partisipasi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku sehari-hari.
Anwar Hafid menilai bahwa olahraga massal memiliki kekuatan dalam membangun kebiasaan positif secara kolektif. Ketika masyarakat terlibat secara langsung, pesan tentang pentingnya kesehatan menjadi lebih mudah diterima dibandingkan melalui pendekatan formal semata.
Selain aspek kesehatan fisik, kegiatan ini juga dinilai memiliki dampak sosial yang signifikan. Interaksi antar peserta dari berbagai latar belakang mampu memperkuat rasa kebersamaan serta membangun komunikasi yang lebih harmonis di tengah masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika gubernur bersama Ketua TP-PKK turut berbaur langsung dengan peserta dalam kegiatan bersepeda. Kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat memberikan kesan kedekatan sekaligus memperkuat pesan bahwa gerakan hidup sehat harus dimulai dari semua lapisan, termasuk pemerintah.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah juga ikut meramaikan kegiatan dengan berpartisipasi dalam sesi zumba bersama masyarakat. Aktivitas ini menjadi pelengkap yang menambah variasi kegiatan sekaligus menarik minat peserta dari berbagai kelompok usia.
Kegiatan Fun Walk dan Fun Bike ini menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan berbasis kesehatan dapat dikemas secara lebih inklusif dan menyenangkan. Dengan menggabungkan unsur olahraga, hiburan, dan interaksi sosial, pemerintah berupaya menciptakan model kegiatan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi ke depan adalah menjaga konsistensi partisipasi masyarakat agar tidak hanya tinggi pada momentum tertentu. Diperlukan upaya lanjutan dalam bentuk program rutin dan fasilitas pendukung agar gaya hidup sehat benar-benar menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Dalam konteks pembangunan daerah, peningkatan kesadaran hidup sehat memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan. Masyarakat yang sehat secara fisik dan mental akan lebih produktif serta mampu berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
Momentum peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah melalui kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perayaan daerah dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih substansial. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan perubahan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan program “Berani Sehat” sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat mampu menginternalisasi nilai-nilai yang disampaikan melalui kegiatan seperti ini. Dengan partisipasi yang terus dijaga, gerakan hidup sehat berpotensi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.






